15 Infrastruktur Irigasi dan Tanggul Pascabencana di Taput Rampung 100 Persen
Tapanuli Utara – Selasa 15 September 2026. Putrabhayangkara.id
Pemulihan infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan progres. Dari 17 kegiatan pembangunan fisik yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 15 kegiatan telah dinyatakan selesai 100 persen.
Infrastruktur yang telah rampung tersebut meliputi pembangunan dinding penahan tanah (dyk) serta perbaikan jaringan irigasi yang tersebar di empat kecamatan terdampak. Infrastruktur tersebut kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk mendukung aktivitas pertanian dan mengurangi risiko kerusakan akibat bencana di sejumlah titik rawan.
Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, Tohom Silaban, kepada Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., berdasarkan hasil pemantauan lapangan.
Pemulihan tersebut merupakan bagian dari penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025. Sejumlah wilayah mengalami dampak terhadap infrastruktur publik, termasuk jaringan irigasi dan struktur penahan tanah yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Empat wilayah yang menjadi fokus penanganan pembangunan fisik tersebut yakni Kecamatan Siatasbarita, Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Pahae Julu, dan Kecamatan Pahae Jae.
Dari total 17 kegiatan, dua pekerjaan lainnya saat ini masih dalam proses penyelesaian akhir. Berdasarkan hasil pemantauan BPBD, kedua kegiatan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Pembangunan dinding penahan tanah menjadi salah satu langkah penting dalam pemulihan karena berfungsi memperkuat bagian tanah yang rawan mengalami longsor maupun pergerakan akibat kondisi geografis dan cuaca. Sementara perbaikan jaringan irigasi diarahkan untuk mengembalikan fungsi saluran air yang dibutuhkan masyarakat, terutama petani.
Pemulihan jaringan irigasi memiliki arti strategis bagi keberlangsungan sektor pertanian. Ketersediaan dan kelancaran distribusi air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian masyarakat setelah terjadi kerusakan akibat bencana.
Selain memulihkan fungsi infrastruktur, pembangunan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana serupa. Dengan perbaikan struktur penahan tanah dan jaringan irigasi, pemerintah berharap risiko gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat ditekan.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui BPBD terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan hingga seluruh pekerjaan selesai. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan masyarakat sesuai dengan fungsinya.
Bupati Tapanuli Utara juga terus mendorong agar proses pemulihan infrastruktur pascabencana berjalan sesuai target. Percepatan penyelesaian pekerjaan menjadi bagian dari upaya mengembalikan kondisi pelayanan publik, aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta kegiatan pertanian yang sempat terdampak bencana.
Dengan telah rampungnya 15 dari 17 kegiatan, sebagian besar pekerjaan pemulihan fisik pascabencana di empat kecamatan tersebut telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan dua kegiatan tersisa sehingga seluruh program pemulihan dapat diselesaikan secara keseluruhan.
Pemkab Tapanuli Utara menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada penguatan fungsi infrastruktur agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Frish. H. Silaban
