September 8, 2026

Tinjau BBI Purbatua, Wabup Taput Dorong Inovasi Budidaya Ikan Air Tawar

IMG-20260908-WA0019

TAPANULI UTARA — Selasa 08 September 2026. Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong optimalisasi Balai Benih Ikan (BBI) Purbatua sebagai pusat percontohan budidaya ikan air tawar sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat melakukan kunjungan kerja dan meninjau UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Purbatua, Selasa (8/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati meminta UPTD BBI Purbatua menghadirkan showcase atau laboratorium percontohan yang dapat memberikan gambaran nyata kepada masyarakat mengenai proses budidaya ikan air tawar.

Menurutnya, percontohan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan yang transparan, mulai dari kebutuhan benih, pakan hingga estimasi hasil produksi berdasarkan luas lahan yang digunakan. Dengan demikian, masyarakat dapat mempelajari pola budidaya tersebut dan menerapkannya sesuai kondisi masing-masing.

“Pemerintah daerah tidak hadir untuk bersaing dengan masyarakat dalam penyediaan ikan. Tujuan utama kita adalah memberikan semangat dan mendampingi warga agar terdorong membuka usaha di bidang perikanan. Tingkat keberhasilan ketahanan pangan sektor perikanan diukur dari seberapa banyak masyarakat yang berhasil dan mandiri berusaha,” ujar Dr. Deni.

Selain mendorong sistem percontohan, Wakil Bupati juga mengarahkan adanya inovasi pengembangan budidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan aliran sungai yang berada di Kecamatan Purbatua.

Salah satu gagasan yang didorong adalah uji coba sistem sekat atau kotak penampungan di aliran sungai. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas percontohan praktis yang memungkinkan masyarakat melihat secara langsung pola pemanfaatan sumber daya air untuk kegiatan budidaya ikan.

Wakil Bupati menilai fasilitas percontohan memiliki fungsi penting karena masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara teori, tetapi dapat melihat proses budidaya, melakukan pembelajaran dan selanjutnya mengembangkan metode tersebut sesuai kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Utara, SEY Pasaribu, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mengelola tiga lokasi instalasi perikanan, yakni Sarulla, Purbatua dan Silangkitang.

Khusus BBI Purbatua, terdapat 31 petak kolam yang difokuskan untuk proses pembesaran ikan.

SEY Pasaribu menjelaskan, kondisi kolam BBI Purbatua sempat kosong pada Januari 2026 setelah terdampak bencana pada November sebelumnya. Namun, pengelolaan kembali berjalan sejak Februari dengan mengambil benih dari instalasi Sarulla untuk proses pembibitan, sementara BBI Purbatua difokuskan pada tahap pembesaran.

“Sejak Februari pengelolaan kembali berjalan dengan mengambil benih dari instalasi Sarulla untuk pembibitan, sedangkan BBI Purbatua difokuskan pada tahap pembesaran,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BBI Purbatua, S.P. Sinaga, memaparkan perkembangan populasi ikan yang saat ini mencapai sekitar 45.000 ekor.

Dari jumlah tersebut, terdapat tiga kolam yang telah siap memasuki masa panen dengan ukuran ikan sekitar tiga ekor per kilogram.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap optimalisasi fungsi BBI tidak berhenti pada peningkatan produksi ikan di fasilitas pemerintah. Lebih jauh, keberadaan BBI diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang mampu mendorong masyarakat mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.

Melalui penguatan fungsi BBI, inovasi metode budidaya dan pendampingan kepada masyarakat, Pemkab Taput optimistis sektor perikanan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi pembudi daya ikan sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah secara berkelanjutan.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *