Dorong Reformasi Birokrasi, Bappelitbangda Toba Gelar Lomba Inovasi Perangkat Daerah 2026
BALIGE – Rabu,5 Agustus 2026.putrabhayangkara id.
Pemerintah Kabupaten Toba terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan sebagai strategi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lomba Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Toba.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (5–6/8/2026), di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Toba itu diikuti 25 peserta yang terdiri dari 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 13 kecamatan. Seluruh peserta mempresentasikan berbagai inovasi yang telah diterapkan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Kabupaten Toba, Sumiaty Sinaga, melalui Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Gibson Sitinjak, mengatakan penyelenggaraan lomba merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun budaya kerja yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Menurut Gibson, setiap tahun pemerintah melakukan penilaian terhadap Indeks Inovasi Daerah sehingga seluruh perangkat daerah dituntut terus menghadirkan terobosan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Setiap tahun pemerintah melakukan penilaian Indeks Inovasi Daerah. Karena itu, kegiatan ini kami selenggarakan untuk merangsang perangkat daerah melaksanakan inovasi dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi, baik di lingkungan perangkat daerah maupun pemerintah daerah secara umum. Melalui inovasi tersebut diharapkan muncul solusi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan bukan hanya untuk meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas birokrasi, mempercepat pelayanan publik, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Pada pelaksanaan tahun ini, lomba dibagi dalam dua kategori, yakni kategori Organisasi Perangkat Daerah dan kategori Kecamatan.
“Total peserta terdiri dari 12 perangkat daerah dan 13 kecamatan. Pengumuman pemenang direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang,” jelas Gibson.
Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan sejumlah indikator, mulai dari rancang bangun inovasi, tujuan perubahan, manfaat yang dihasilkan, pemenuhan unsur kebaruan, hingga kemampuan peserta mempresentasikan inovasi di hadapan dewan juri.
Tim penilai terdiri atas Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang, Augus Sitorus, dan Darwin Sianipar, serta Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni Lubis, serta Asisten Administrasi Umum Verri Napitupulu.
Ketua Tim Juri, Jonni Lubis, menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Karena itu, setiap perangkat daerah didorong untuk terus melahirkan gagasan baru yang mampu menghilangkan hambatan birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memotivasi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi. Inovasi yang lahir diharapkan mampu menghilangkan hambatan-hambatan birokrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien,” katanya.
Selama proses penilaian, setiap peserta memaparkan inovasi melalui presentasi video yang dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama dewan juri guna menggali implementasi, keberlanjutan, serta dampak nyata inovasi terhadap pelayanan masyarakat.
Jonni berharap seluruh inovasi yang dipresentasikan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata, melainkan terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi representasi Kabupaten Toba pada ajang inovasi tingkat yang lebih tinggi.
“Perangkat daerah yang menjadi pemenang tentu akan memperoleh penghargaan. Lebih dari itu, inovasi yang memenuhi kualifikasi juga berpeluang mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Yang terpenting, inovasi ini jangan berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar menjadi solusi atas berbagai hambatan pelayanan publik sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
(Jonaer Silaban S.Pd)
