Bupati Humbahas Resmi Buka TMMD ke-129 Tahun 2026, Percepat Pembangunan Jalan Sijarango–Pusuk II dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
HUMBANG HASUNDUTAN | Rabu 15 Juli 2026. Putrabhayangkara.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., secara resmi membuka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sijarango, Kecamatan Pakkat, Rabu (15/7/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
Upacara pembukaan dihadiri Pasiter Korem 023/KS Mayor Inf. K. Nainggolan mewakili Danrem 023/KS, Kasdim 0210/Tapanuli Utara Mayor Arh. A.S. Butarbutar mewakili Dandim 0210/TU selaku Komandan Satuan Tugas TMMD ke-129, Danyon 955/HS Letkol Inf. Samuel Lingga Simbolon, Pabung Humbang Mayor M. Manurung, Pabung Samosir Mayor Arm. Guntur Sebayang, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., perwakilan Kejaksaan Negeri, anggota DPRD, pimpinan OPD, para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Oloan Paniaran Nababan menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0210/Tapanuli Utara, yang selama ini terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Menurut Bupati, TMMD merupakan program strategis yang menghadirkan kolaborasi nyata antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi bukti bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari kemajuan desa sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Pada pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun 2026, sasaran utama difokuskan pada pembukaan jalan Sijarango–Pusuk II, yang diharapkan mampu membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas, memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, yaitu “Membangun Masyarakat Adil, Makmur, Lestari dan Berkeadaban”, khususnya melalui peningkatan infrastruktur yang berkeadilan, merata, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Selain pembangunan fisik, Bupati juga menilai TMMD menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, disiplin, serta persatuan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun karakter serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan TMMD agar seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Semoga kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan Humbang Hasundutan yang maju, sejahtera, dan berkeadaban,” ujar Bupati sebelum secara resmi membuka TMMD ke-129 Tahun 2026.
Rangkaian upacara diawali dengan laporan perwira upacara, pemeriksaan pasukan, pembacaan laporan kesiapan pelaksanaan TMMD oleh Dansatgas, penandatanganan naskah program TMMD, penyematan tanda peserta, penyerahan alat kontak, hingga amanat Inspektur Upacara yang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan TMMD di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Adapun sasaran fisik TMMD ke-129 Tahun 2026 di Kabupaten Humbang Hasundutan meliputi pembukaan jalan sepanjang 5.300 meter, pembangunan 5 unit gorong-gorong, pembangunan 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan 5 unit sumur bor, rehabilitasi 5 bilik MCK, serta rehabilitasi 1 unit rumah ibadah. Seluruh program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
(Frish. H. Silaban)
