RSUD Tarutung Jalani Akreditasi Unit Pelatihan, Perkuat Peningkatan Kompetensi SDM Kesehatan
TAPANULI UTARA – Selasa 30 Juni 2026. Putrabhayangkara.id
RSUD Tarutung melaksanakan proses Akreditasi Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi (UPPK) sebagai upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung. Kegiatan berlangsung secara daring dari Gedung Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi RSUD Tarutung, Selasa (30/6/2026).
Akreditasi tersebut bertujuan memastikan Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi RSUD Tarutung telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam penyelenggaraan pelatihan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Kegiatan dihadiri Direktur RSUD Tarutung dr. Bobby Simanjuntak, M.K.M., Wakil Direktur Bagian Umum dan Keuangan Dorti Simanjuntak, Wakil Direktur Bagian Pelayanan drg. Karen Lumbantobing, Dewan Pengawas Rudolf Sirait, S.H., M.H., Kepala Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi dr. Deby Purba, Sp.FM., beserta jajaran manajemen dan tim UPPK RSUD Tarutung.
Proses akreditasi dilakukan oleh tim asesor dari Direktorat Jenderal Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang terdiri dari DR. Veramona Marbun, S.Kep., M.K.M. sebagai Ketua Asesor dan Dian Rahayu Pamungkas, S.K.M., M.K.M. sebagai asesor.
Rangkaian penilaian meliputi evaluasi dokumen, verifikasi pemenuhan standar, serta peninjauan fasilitas, sarana, dan prasarana Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi yang dilakukan secara daring.
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Tarutung dr. Bobby Simanjuntak, M.K.M. menyampaikan bahwa keberadaan Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan.
Menurutnya, pembentukan unit tersebut tidak terlepas dari perhatian serta dukungan berbagai pihak, termasuk masukan dari Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Neny Anjelina Purba, yang mendorong hadirnya lembaga pelatihan sebagai sarana peningkatan kompetensi tenaga kesehatan agar semakin profesional dan berkualitas.
Direktur juga menjelaskan bahwa RSUD Tarutung terus melakukan berbagai pembenahan untuk memenuhi standar pelayanan sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, pelaksanaan akreditasi menjadi momentum penting untuk memperoleh evaluasi, masukan, dan pembinaan dari Direktorat Jenderal Mutu SDM Kesehatan bersama tim asesor.
“Kami berharap melalui proses akreditasi ini, tim asesor dapat memberikan masukan, arahan, serta evaluasi yang konstruktif sehingga penyelenggaraan Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi RSUD Tarutung semakin berkualitas, memenuhi standar nasional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar dr. Bobby.
Pelaksanaan akreditasi ini menjadi langkah strategis RSUD Tarutung dalam membangun sistem pelatihan yang terstandar dan berkelanjutan. Dengan terpenuhinya standar akreditasi, Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kesehatan yang unggul di Kabupaten Tapanuli Utara serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Penulis: Frish. H. Silaban
