PBTI Mengambil Langkah Tegas Soal Mosi Tidak Percaya Terhadap Pengprov TI Jambi
Jambi, (putrabhayangkara.id) – 18/06/2026. Soal Mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh Tujuh pengurus Kabupaten/Kota Taekwondo Indonesia, PBTI mengambil langkah tegas, sebelumnnya diberitakan, bahwa Tujuh Pengkab/Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) ini secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Jambi yang dipimpin oleh Irmawati. Mosi tidak percaya tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah persoalan yang dinilai telah mengganggu jalannya Organisasi, mulai dari dugaan arogansi kepemimpinan, minimnya transparansi manajemen Organisasi, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran yang selama ini menjadi perhatian pengurus di Daerah. Dalam pernyataan bersama, tujuh Pengkab/Pengkot menilai kepemimpinan Pengprov TI Jambi ini tidak lagi mencerminkan prinsip Organisasi yang Demokratis dan akuntabel. Sejumlah kebijakan disebut kerap diambil secara sepihak tanpa melibatkan pengurus Kabupaten dan Kota sebagai pemilik Hak suara dalam Organisasi.
Situasi tersebut akhirnya mendorong para Pengkab/Pengkot untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Langkah serupa dalam berbagai Organisasi olahraga umumnya dilakukan ketika Daerah menilai tata kelola Organisasi tidak berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Menindaklanjuti Hal tersebut, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengambil langkah tegas, dengan menunjuk caretaker untuk menjalankan roda Organisasi dan mempersiapkan proses konsolidasi ke depan. Caretaker tersebut dipimpin oleh Hendry Juanda. ,SH. Tentunya penunjukan Caretaker ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara guna memulihkan stabilitas Organisasi, menjaga keberlangsungan program pembinaan Atlet, serta memastikan proses Organisasi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ketua Caretaker, Hendry Juanda., SH mengatakan, bahwa Para pengurus Daerah berharap PBTI dapat segera mengambil langkah yang objektif, transparan, dan sesuai aturan organisasi demi mengakhiri polemik yang terjadi serta mengembalikan fokus pembinaan Atlet Taekwondo di Provinsi Jambi.
”Tujuan utama mosi tidak percaya ini bukan untuk menciptakan konflik, melainkan menyelamatkan Organisasi agar kembali berjalan profesional, transparan, dan berpihak pada kemajuan alAtlet serta Daerah,” ungkap Hendry Juanda., SH.
Hingga berita ini dikan, pihak Pengprov TI Jambi di bawah kepemimpinan Irmawati belum memberikan tanggapan resmi terkait mosi tidak percaya yang disampaikan tujuh Pengkab/Pengkot tersebut. Dan untuk diketahui, Irmawati masih aktif memimpin berbagai program pembinaan Atlet dan kegiatan Organisasi Taekwondo di Jambi. (Jhon.T)
