HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Nabire Sulap Asrama Reyot Jadi Hunian Layak untuk Anggota
NABIRE, Papua Tengah – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Polres Nabire tidak hanya menggelar kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan personel kepolisian. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR, turun langsung meninjau sejumlah lokasi program bedah rumah pada Senin (15/6/2026), sekaligus mengambil keputusan penting untuk merehabilitasi puluhan rumah dinas anggota yang kondisinya memprihatinkan.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres memastikan progres pembangunan rumah milik warga di Jalan Jakarta, Kabupaten Nabire, telah mencapai lebih dari 90 persen. Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni itu kini hampir rampung dibangun kembali melalui program bedah rumah yang menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial Polres Nabire menjelang Hari Bhayangkara.
Tidak hanya fokus pada masyarakat, Kapolres juga memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan personel. Saat meninjau kompleks asrama Polres Nabire, ia menemukan banyak bangunan yang telah mengalami kerusakan berat akibat usia bangunan yang sudah cukup lama. Sejumlah rumah dinas yang ditempati anggota bahkan dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan sebagai tempat tinggal.
“Atas dasar tanggung jawab sebagai pimpinan, saya memutuskan untuk segera melakukan pembenahan terhadap 27 petak rumah asrama anggota Polres Nabire. Kami mulai dari penggantian atap seng yang sudah rusak, kemudian dilanjutkan dengan rehabilitasi tujuh unit rumah yang kondisinya paling parah,” ujar Kapolres kepada awak media saat peninjauan.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap personel yang selama ini menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Banyak anggota Polres Nabire, khususnya yang telah berkeluarga, masih harus menyewa rumah atau tinggal di kos karena keterbatasan rumah dinas yang layak. Dengan adanya rehabilitasi ini, tujuh unit rumah yang saat ini kosong nantinya dapat ditempati anggota yang benar-benar membutuhkan.
Kapolres menjelaskan bahwa penentuan penghuni asrama akan mengacu pada aturan dan kriteria yang telah ditetapkan institusi Polri. Prioritas diberikan kepada anggota yang telah berkeluarga dan memiliki kebutuhan mendesak terhadap tempat tinggal dinas. Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas negara dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi personel.
Ia juga mengungkapkan bahwa kompleks asrama tersebut telah digunakan sejak bertahun-tahun lalu dan sebagian besar bangunannya belum pernah mendapatkan renovasi besar. Kondisi itu menjadi salah satu alasan utama dilakukannya rehabilitasi secara menyeluruh agar anggota dapat tinggal dengan aman dan nyaman bersama keluarga mereka.
Program bedah rumah tahun ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Polres Nabire hanya melaksanakan rehabilitasi dua unit rumah, yakni satu rumah milik pensiunan Polri di wilayah Boratei dan satu rumah milik warga di Morgo Pantai. Sementara pada tahun 2026, cakupan program diperluas menjadi satu rumah masyarakat umum dan 27 petak rumah asrama anggota Polri.
Selain meningkatkan kualitas hunian, program tersebut juga menjadi simbol kehadiran Polri yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan internal personelnya. Kapolres menegaskan bahwa anggota yang sejahtera akan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Rehabilitasi rumah dinas dan bedah rumah warga ini ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan sehingga dapat segera dimanfaatkan. Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung pengabdian kepada masyarakat, Polres Nabire berharap program tersebut dapat menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap sesama, baik kepada warga maupun kepada para personel yang setiap hari mengabdi di garis depan pelayanan masyarakat.
Program kemanusiaan yang digagas Polres Nabire ini pun mendapat perhatian positif dari masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pembangunan di Papua Tengah, langkah rehabilitasi rumah warga dan rumah dinas anggota Polri dinilai sebagai upaya konkret menghadirkan lingkungan hunian yang lebih layak, sehat, dan manusiawi. Melalui kegiatan tersebut, semangat Bhayangkara tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun kualitas hidup masyarakat dan anggota Polri secara berkelanjutan.
MPB ABIRAYANTI
