Wabup Toba Tekankan Peran Adat dan Budaya untuk Perkuat Visi Toba Mantap 2029
TOBA — Senin 25 Mei 2026 .putrabhayangkara.id
Pemerintah Kabupaten Toba menegaskan bahwa adat dan budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan kekuatan strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah menuju visi “Toba Mantap 2029”. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (25/5/2026).
Dalam amanatnya, Wakil Bupati menekankan bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal harus menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Toba di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.
Menurutnya, pelestarian adat dan budaya memiliki kaitan erat dengan keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Toba terus mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat guna menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang.
“Nilai-nilai adat dan budaya merupakan potensi besar yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Toba. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Toba telah menetapkan Keputusan Bupati Toba Nomor 708 Tahun 2025 tentang Pembentukan Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA). Melalui forum ini, seluruh lembaga masyarakat adat serta berbagai etnis yang ada di Kabupaten Toba dapat bersinergi mendukung terwujudnya Toba Mantap 2029,” ujar Audi Murphy.
Ia menjelaskan, FORKALA dibentuk sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antar lembaga adat yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pemkab Toba mulai menempatkan sektor adat dan budaya tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial dan pariwisata daerah. Keberadaan berbagai etnis dan komunitas adat di Kabupaten Toba dinilai menjadi modal sosial yang penting untuk memperkuat persatuan dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Selain menyoroti peran adat dan budaya, Wakil Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar ikut mendukung keberadaan FORKALA melalui program kerja masing-masing. Ia menilai kolaborasi lintas OPD diperlukan agar pelestarian budaya tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dengan program pembangunan pemerintah daerah.
Di sisi lain, Wakil Bupati turut menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik. Ia meminta seluruh perangkat daerah lebih aktif mempublikasikan program dan kegiatan pemerintah melalui berbagai kanal media, termasuk media sosial, agar masyarakat mengetahui capaian dan kinerja pemerintah daerah secara transparan.
“Publikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Program yang baik harus diketahui masyarakat agar manfaatnya juga dapat dirasakan secara luas,” tegasnya.
Tak hanya itu, Audi Murphy juga mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menindaklanjuti surat permohonan dan penyelesaian administrasi secara tepat waktu.
Penekanan terhadap pelayanan publik tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkab Toba ingin membangun birokrasi yang lebih responsif, terbuka, dan dekat dengan masyarakat, sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang berbasis budaya dan pelayanan prima.
Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID ( Jonaer Silaban )
