SPPG Gerbang Sadu Wadio Berdayakan Anak Muda Papua
Nabire, Putrabhayangkara.id-Kepala SPPG Gerbang Sadu Wadio, Demris Leba, mengatakan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini menjadi tempat pemberdayaan bagi masyarakat asli Papua. Dari total sekitar 50 relawan dan tiga staf yang bekerja di dapur tersebut, sebanyak 80 hingga 90 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP), Wadio,13/5/2026.
Demris menjelaskan, sebagian besar pekerja berasal dari lingkungan sekitar Wadio. Dalam proses perekrutan, pihak dapur tidak menetapkan persyaratan rumit. Menurutnya, calon pekerja hanya diminta menyiapkan KTP dan memiliki niat untuk bekerja.
“Kalau untuk rekrut mereka di sini, yang saya minta hanya KTP dan niat kerja mereka,” ujar Demris.
Ia mengakui pada awalnya pihak pengelola mengalami kesulitan dalam membina para pekerja karena sebagian masih membawa kebiasaan lama, seperti tidak disiplin dan sering datang lalu menghilang saat bekerja. Namun seiring waktu, para pekerja mulai menunjukkan perubahan sikap dan semangat kerja yang lebih baik.
Menurut Demris, sejumlah anak muda yang sebelumnya dikenal sering berada di jalan dan melakukan aksi palang jalan kini justru menjadi pekerja yang paling fokus dan giat di dapur MBG. Mereka disebut merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan kerja dan penghasilan tetap melalui program tersebut.
Selain membuka lapangan kerja di dapur, SPPG Gerbang Sadu Wadio juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Pengelola dapur berencana menyediakan bibit, pupuk, dan lahan bagi masyarakat yang belum dapat bekerja di dapur agar mereka tetap memiliki sumber penghasilan.
Hasil pertanian masyarakat nantinya akan dibeli kembali oleh dapur SPPG Gerbang Sadu Wadio untuk mendukung kebutuhan bahan pangan program MBG. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat lokal sekaligus menciptakan sistem pemberdayaan berkelanjutan bagi warga asli Papua di wilayah Wadio.
MPB ABIRAYANTI
