Dinas Peternakan Jombang Gandeng Swasta Berdayakan Ibu PKK Lewat “Mini Layer Farm”
JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Peternakan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi Desa Mantra (Desa Maju dan Sejahtera). Di tahun 2026 ini, fokus penguatan ekonomi kerakyatan diarahkan pada pemberdayaan kaum perempuan melalui sinergi Corporate Social Responsibility (CSR) bersama pihak swasta.
Program unggulan yang diluncurkan adalah Mini Layer Farm (MLF), sebuah inisiatif budidaya ayam petelur skala rumah tangga yang menyasar ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dinas Peternakan Kabupaten Jombang dengan PT Multi Pakan Jaya Sentosa.
Sebanyak 100 paket bantuan sarana prasarana disalurkan kepada 100 anggota PKK yang tersebar di 10 desa terpilih, di antaranya Desa Jombok, Purisemanding, Kalikejambon, dan Plosogeneng. Setiap penerima manfaat mendapatkan paket komplit berupa:
1 unit kandang ayam petelur portabel.
8 ekor ayam pullet (bakal ayam petelur) usia 13 minggu.
75 kg pakan berkualitas (starter dan layer).
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Mohammad Saleh, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemberian bantuan cuma-cuma, melainkan sebuah langkah edukatif untuk mencetak wirausaha baru (WUB) di tingkat dusun.
“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa beternak tidak harus dalam skala besar untuk menghasilkan keuntungan. Melalui Mini Layer Farm ini, ibu-ibu PKK diajak mandiri secara ekonomi dari halaman rumah sendiri. Ini adalah langkah nyata mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan gizi keluarga melalui produksi telur yang berkualitas,” ujar Mohammad Saleh.
Menyadari bahwa keberhasilan budidaya sangat bergantung pada keahlian peternak, Dinas Peternakan tidak melepas begitu saja para penerima manfaat. Sebelum bantuan diturunkan, para ibu PKK wajib mengikuti sosialisasi dan pelatihan intensif mengenai manajemen pakan, sanitasi kandang, hingga penanganan penyakit.
Mohammad Saleh menambahkan bahwa petugas peternakan di tingkat kecamatan dikerahkan secara rutin untuk melakukan monitoring dan pembinaan di lapangan.
“Tantangan kita saat ini adalah menurunnya minat generasi muda di sektor peternakan karena beralih ke industri. Oleh karena itu, peran Dinas Peternakan sangat krusial untuk membuktikan bahwa sektor ini masih sangat potensial dan menguntungkan. Saya berharap para ibu PKK dapat mengelola bantuan ini dengan penuh tanggung jawab, sehingga populasi ternak terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan tetap bagi keluarga,” pungkas Saleh.
Program MLF ini diharapkan mampu menjadi pemantik munculnya ekosistem wirausaha baru di pedesaan. Dengan meningkatnya populasi dan produktivitas ternak di tingkat rumah tangga, Jombang optimis dapat menjaga stabilitas pasokan protein hewani sekaligus menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan. (Beni)
