September 25, 2026

Rayakan Bergabungnya Papua ke NKRI, Barisan Merah Putri Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah

IMG-20260501-WA0006

 

NABIRE Putrabhayangkara.id– Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Barisan Merah Putih (BMP) RI wilayah Papua, Ali Albert Kabiay, memimpin peringatan khidmat momentum bergabungnya Papua ke dalam bingkai NKRI. Acara yang digelar di Nabire pada Jumat (1/5/2026) ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nabire, Akon Verry yawan, Ketua DPD BMP Melkisedek Rumawi, serta perwakilan Kodim 1705 Nabire, La Sabara.

Dalam penyampaiannya, Ali Albert Kabiay memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ia menekankan bahwa sinergi antara Kesbangpol, Forkopimda, serta jajaran TNI-Polri menjadi kunci sukses terlaksananya kegiatan positif ini. Kehadiran para pejabat dan tokoh keamanan tersebut mempertegas komitmen kolektif dalam menjaga kedaulatan serta keharmonisan di tanah Papua Tengah.

Ali memaparkan pentingnya pemahaman sejarah melalui prinsip uti possidetis iuris, yang menyatakan bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 atas seluruh wilayah bekas jajahan Belanda. Meski sempat tertunda oleh ambisi kolonial, melalui rangkaian panjang diplomasi New York Agreement hingga PEPERA, Papua akhirnya resmi bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1 Mei 1963. Sejarah ini disebutnya sebagai warisan yang tidak boleh terputus.

“Kegiatan ini kami laksanakan agar generasi muda tidak sekali-kali melupakan sejarah panjang kembalinya Papua ke NKRI,” tegas Ali. Ia menambahkan bahwa edukasi sejarah sangat vital untuk menumbuhkan rasa memiliki bagi pemuda. Dengan memahami perjuangan para pendahulu, generasi milenial dan Gen Z di Papua diharapkan mampu membentengi diri dari narasi yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.

Di sisi lain, Ali Albert Kabiay bersama Melkisedek Rumawi mengajak masyarakat untuk terus mempererat tali persaudaraan dan toleransi di wilayah Papua Tengah. Pesan ini menekankan bahwa pembangunan infrastruktur maupun adat akan berjalan optimal jika situasi sosial tetap stabil. Harmonisasi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat sipil menjadi syarat mutlak dalam menciptakan kemajuan yang merata hingga ke pelosok daerah.

Menutup rangkaian acara, Ali mengingatkan bahwa stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) adalah fondasi utama bagi ekonomi lokal. Lingkungan yang aman secara otomatis akan mengundang investasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan terjaganya Kamtibmas, ekonomi diharapkan mampu tumbuh mandiri dan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Papua.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *