September 26, 2026

Aksi Penyampaian Aspirasi Mahasiswa Puncak di Nabire Berlangsung Aman dan Kondusif

IMG-20260427-WA0046

NABIRE – Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. menyatakan bahwa rangkaian aksi penyampaian aspirasi oleh tim investigasi HAM dan mahasiswa Puncak se-Papua di Nabire pada hari ini berjalan dengan aman dan lancar. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT hingga berakhir pada pukul 15.40 WIT tersebut merupakan hasil koordinasi yang solid antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan koordinator lapangan massa aksi.

Pihak keamanan mengapresiasi sikap kooperatif para peserta aksi yang tetap menjaga ketertiban hingga agenda selesai. Meskipun sempat terjadi insiden kecil berupa pelemparan yang mengakibatkan kerusakan beberapa kaca bangunan, situasi secara umum tetap terkendali. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya memberikan kebijakan khusus terkait rute long march dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan di lapangan agar aspirasi tetap tersampaikan tanpa mengganggu stabilitas keamanan.

Untuk memastikan para peserta aksi kembali ke kediaman masing-masing dengan selamat, pihak kepolisian telah menyiagakan 15 unit truk bantuan. Sebanyak 7 truk telah digunakan untuk memobilisasi massa kembali ke titik kumpul, seperti Asrama Puncak, kawasan Pasar Karang, dan Jepara. Petugas di lapangan terus mengawal kepulangan mahasiswa guna memastikan tidak ada gesekan atau persoalan baru yang muncul di jalan raya pasca-aksi.

Keberhasilan pengamanan ini didukung oleh pengerahan sedikitnya 827 personel gabungan TNI-Polri yang tersebar di lima titik strategis. Kapolres menyampaikan terima kasih mendalam atas sinergi dari Dandim, Wadanyon, Danlanal, serta dukungan penuh dari Brimob Pas 304 dan Batalyon A Nabire. Perencanaan matang melalui rapat koordinasi internal maupun eksternal bersama Forkopimda, tokoh agama (FKUB), dan kepala suku diakui menjadi kunci utama suksesnya pengamanan hari ini.

Menutup keterangannya, Kapolres mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat maupun kelompok mahasiswa agar selalu mengedepankan komunikasi dan koordinasi jika ingin melaksanakan aksi serupa di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak pernah melarang penyampaian aspirasi selama dilakukan sesuai prosedur, tahapan, dan komitmen bersama demi menjaga kedamaian di tanah Papua, khususnya di wilayah Nabire.

MPB ABIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *