September 27, 2026

Desa Diperkuat, Humbahas Siaga Hadapi Ancaman Bencana

IMG-20260413-WA0039

 

DOLOKSANGGUL – Senin 13 April 2026. Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana dengan mengerahkan personel, peralatan, serta dukungan logistik hingga ke tingkat desa. Langkah ini ditandai melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana yang dipimpin langsung Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, di kawasan perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan hibah peralatan dan logistik kebencanaan kepada 24 Desa Tangguh Bencana (Destana), sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat di wilayah masing-masing.

Penguatan Desa Jadi Strategi Utama

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa penguatan desa merupakan strategi kunci dalam sistem penanggulangan bencana modern. Menurutnya, desa adalah pihak pertama yang merespons ketika bencana terjadi.

> “Kesiapsiagaan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah kabupaten. Desa harus menjadi kuat, sigap, dan mandiri dalam menghadapi bencana,” tegasnya.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desentralisasi penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam mitigasi dan respons.

Apel Kesiapsiagaan Bukan Sekadar Seremoni

Apel gelar pasukan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memastikan kesiapan seluruh elemen.

Bupati menekankan tiga fokus utama:

Meminimalisir risiko bencana

Mempercepat respons penanganan

Mengurangi dampak korban jiwa dan kerugian materi

Ia juga meminta seluruh pihak untuk bekerja dalam satu komando koordinasi yang solid, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Dalam upaya memperkuat sistem kesiapsiagaan, Bupati memberikan arahan spesifik kepada berbagai pihak:

BPBD untuk meningkatkan kesiapan personel dan respons cepat

Organisasi perangkat daerah agar mengintegrasikan program kebencanaan dalam kebijakan pembangunan

Camat dan kepala desa memperkuat peran Destana

Unsur TNI dan Polri untuk terus bersinergi dalam penanganan bencana

Langkah ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab kolektif lintas sektor.

Dukungan Logistik untuk 24 Desa

Sebagai bentuk konkret penguatan desa, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui BPBD menyalurkan bantuan logistik kebencanaan kepada 24 desa.

Kepala Pelaksana BPBD Humbang Hasundutan, Bernard M. Simamora, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi:

Tenda serbaguna dan tenda keluarga

Tempat tidur lapangan

Matras dan selimut

Peralatan kerja lapangan

Perlengkapan logistik darurat lainnya

Distribusi ini diharapkan mampu mempercepat respons awal saat bencana terjadi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Arah Kebijakan Sudah Tepat, Tantangan di Implementasi

Dari sisi kebijakan, langkah Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan arah yang progresif:

1. Penguatan Basis Desa

Menjadikan desa sebagai pusat kesiapsiagaan merupakan pendekatan efektif, terutama di daerah dengan karakter geografis rawan bencana seperti Humbahas.

2. Kolaborasi Lintas Sektor

Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan adanya integrasi sistem, bukan pendekatan parsial.

3. Tantangan Nyata di Lapangan

Namun demikian, efektivitas program sangat bergantung pada:

Konsistensi pelatihan masyarakat

Pemeliharaan peralatan bantuan

Kecepatan komunikasi saat kondisi darurat

Tanpa penguatan berkelanjutan, bantuan yang diberikan berisiko tidak optimal saat dibutuhkan.

Ajakan Kewaspadaan untuk Masyarakat

Menutup kegiatan, Bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu bencana, seperti pembakaran lahan atau perusakan lingkungan.

Pesan ini menjadi penting mengingat sebagian besar bencana di daerah dipengaruhi oleh faktor alam yang diperparah oleh aktivitas manusia.

Penguatan 24 Desa Tangguh Bencana menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih responsif dan berbasis masyarakat.

Dengan dukungan logistik, koordinasi lintas sektor, serta komitmen pemerintah daerah, Humbahas mulai membangun fondasi kuat menuju daerah yang tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID.
( Frish )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *