September 26, 2026

Pemdes Kendal Laksanakan Musdes Pertanggung Jawaban Laporan Tahunan Badan Milik Desa Kendal Tersenyum Tahun 2026

IMG-20260407-WA0038

Media putra bhayangkara Ngawi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Kendal kecamatan kendal Tersenyum” secara resmi menyampaikan laporan pertanggungjawaban tahunan dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Desa Kendal, Jumat (23/01/2026). Laporan ini menyoroti performa positif unit usaha desa, terutama pada sektor ketahanan pangan yang menjadi prioritas utama sepanjang tahun 2025.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Kendal, Bapak Suwarno, jajaran BPD Kendal, Perangkat Desa, Ketua TP PKK, serta ketua lembaga-lembaga desa. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah paparan dari Direktur BUMDes Kendal Tersenyum beserta anggotanya.

Dalam laporannya, Direktur BUMDes menjelaskan bahwa program Ketahanan Pangan yang mulai berjalan intensif selama empat bulan terakhir di tahun 2025 telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada awal tahun 2026 ini, unit tersebut berhasil menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp2.461.000.

Kepala Desa Kendal, Bapak Suwarno, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian tersebut. Beliau mencatat bahwa angka ini masih memiliki potensi besar untuk terus bertambah seiring dengan optimalisasi program di bulan-bulan mendatang.

Meskipun memberikan kontribusi finansial, Bapak Suwarno menekankan bahwa keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari nilai nominal semata.

“Keuntungan yang kita dapatkan tentu bukan semata-mata soal angka rupiah. Hal yang jauh lebih penting dan membanggakan adalah program ketahanan pangan ini telah berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Desa Kendal,” tegas beliau.
7/4/2026

Direktur BUMDes beserta anggota berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pada unit usaha yang ada. Dengan dukungan dari BPD dan seluruh lembaga desa, BUMDes “Kendal Tersenyum” diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Pertemuan ditutup dengan diskusi mengenai rencana ekspansi program ketahanan pangan agar cakupannya lebih luas, sehingga dampak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dapat dirasakan oleh lebih banyak warga desa pungkasnya

(Sadino)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *