September 25, 2026

Bupati Padang Pariaman Melantik 157 Kepala Sekolah Dan Menyebutkan, Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

IMG-20260402-WA0030

Parit Malintang, putrabhayangkara.id.

Bupati Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, Dr.John Kenedy Azis,SH.MH langsung melantik dan mengambil sumpah 157 Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, di Hall IKK Parik Malintang, pada Kamis (2/4/2026).

Pada Pelantikan yang mencakup 14 Kepala SMP, 133 Kepala SD, dan 10 Kepala TK sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas kepemimpinan di sektor pendidikan.

Bupati JKA dihadapan para Kepala Sekolah yang baru dilantik, menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar sebagai pemimpin pembelajaran sekaligus pembentuk karakter generasi masa depan.

“Sekolah adalah tempat lahirnya generasi penerus daerah ini. Maka, kepala sekolah dan para guru memiliki peran yang sangat menentukan dalam membentuk karakter, sikap, dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Kembali Bupati Padang Pariaman,mengingatkan pentingnya keteladanan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam sikap, perilaku, dan integritas.

“Dalam pepatah lama disebutkan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Artinya, apa yang dilakukan guru akan ditiru bahkan bisa lebih oleh murid. Oleh karena itu, guru harus benar-benar menjadi teladan yang baik,” ungkap JKA yang pernah anggota DPR RI dua periode.

Bupati menekankan bahwa keteladanan adalah kunci utama dalam membangun karakter siswa. Disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta etos kerja harus dimulai dari para pendidik dan kepala sekolah.

Selain itu, ia juga mendorong seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif dan kreatif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi, inovasi dalam proses belajar mengajar, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Pastikan tidak ada perundungan, kekerasan, ataupun diskriminasi di sekolah. Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan telah melalui proses evaluasi yang matang, berbasis kompetensi, kinerja, serta integritas.

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan nyata bagi dunia pendidikan di Padang Pariaman.

“Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Jadilah pemimpin yang mampu menginspirasi, bukan hanya mengatur,” kata Bupati JKA. (kleo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *