September 27, 2026

Jelang Lebaran, Bupati Humbahas Tegaskan Disiplin ASN dan Siaga Layanan Publik

IMG-20260317-WA0026

Selasa 17 Maret 2026, Doloksanggul. Putrabhayangkara.id

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menegaskan pentingnya transformasi disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Pelataran Kantor Bupati, Bukit Inspirasi Doloksanggul, Selasa (17/3/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, serta unsur pendukung lainnya, dengan Komandan Upacara Kasatpol PP Andi Sihombing.

Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa disiplin ASN tidak lagi cukup dipahami sebagai kewajiban administratif semata, melainkan harus tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter dalam bekerja. Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

“Disiplin bukan lagi sekadar keharusan, tetapi harus menjadi budaya. ASN harus bekerja dengan hati yang tulus dan ikhlas dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam mendorong reformasi birokrasi berbasis nilai dan etika kerja. ASN tidak hanya dituntut menjalankan tugas sesuai aturan, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Kesadaran Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Ia menegaskan bahwa setiap ASN wajib memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing serta bertanggung jawab penuh atas pekerjaan yang diemban.

“Kesadaran berbangsa dan bernegara harus tercermin dalam kinerja sehari-hari. ASN harus profesional, memahami tugasnya, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Penekanan lain yang menjadi sorotan adalah kualitas pelayanan publik, khususnya bagi OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bupati meminta agar seluruh aparatur mengedepankan sikap empati, sopan santun, serta memberikan pelayanan prima tanpa diskriminasi.

Menurutnya, pelayanan publik yang baik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga menyangkut sikap dan pendekatan kepada masyarakat. Hal ini menjadi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Lebih lanjut, dalam menghadapi masa libur Idulfitri, Bupati memberikan instruksi khusus kepada sektor layanan dasar agar tetap berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu meskipun terjadi peningkatan aktivitas masyarakat selama periode libur.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan puskesmas diminta untuk mengatur jadwal tenaga kesehatan secara efektif agar pelayanan tetap tersedia bagi masyarakat. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diinstruksikan untuk tetap siaga dalam mengantisipasi potensi keadaan darurat.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi risiko yang meningkat selama libur panjang, mulai dari kecelakaan, bencana, hingga kebutuhan layanan kesehatan mendesak.

Di bagian akhir sambutannya, Bupati kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dan marwah ASN. Ia mengingatkan agar seluruh aparatur menjaga kebersihan lingkungan, baik di area perkantoran maupun di tempat tinggal masing-masing, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa etika dan moralitas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Menurutnya, citra dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat bergantung pada sikap dan perilaku ASN dalam keseharian.

“Jaga marwah ASN dengan meningkatkan disiplin, etika, dan moralitas. Itu adalah cerminan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat,” pungkasnya.

Upacara Hari Kesadaran Nasional kali ini tidak hanya menjadi agenda rutin bulanan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi internal untuk memperkuat arah kebijakan birokrasi di Kabupaten Humbang Hasundutan. Penegasan yang disampaikan Bupati menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Diterbitkan: Media Putra Bhayangkara (Frish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *