Luruskan Simpang Siur Seleksi Kadus, Kades Mertak: “Jangan Pelintir Pernyataan Saya
Putrabhayangkara NTB – Menanggapi derasnya arus informasi miring di media sosial, Kepala Desa Mertak, M. Sahnan, akhirnya angkat bicara. Dalam klarifikasi resminya pada Selasa (3/2/2026), ia secara tegas membantah tudingan yang menyudutkan dirinya terkait polemik pemilihan Kepala Dusun (Kadus) Awang Kebon yang belakangan memanas.
*Akar Masalah: Dari Grup WhatsApp ke Isu Publik:*
Polemik ini bermula dari ketidakpuasan salah satu calon Kadus yang tidak terpilih. Calon tersebut mengklaim memiliki nilai seleksi lebih tinggi dari kandidat yang ditetapkan resmi. Ketegangan ini merembet ke grup WhatsApp Pemdes Desa Persiapan Awang, di mana perdebatan sengit terjadi hingga memicu penggunaan bahasa yang kurang santun.
Kades M. Sahnan menjelaskan bahwa tujuannya menggunakan bahasa Sasak dalam grup tersebut justru untuk mendinginkan suasana, bukan memperkeruh keadaan.
“Pernyataan saya di grup WhatsApp itu murni berbentuk pertanyaan, bukan untuk menyerang atau memojokkan individu tertentu. Sayangnya, ada oknum yang sengaja memelintir kata-kata saya demi kepentingan tertentu pasca-pemilihan Kadus,” ungkap Sahnan dengan nada tegas Selasa (03/02/26).
*Misi Damai di Tengah Tradisi Bau Nyale*
Mengingat ajang budaya bergengsi Bau Nyale akan segera tiba, unsur pimpinan kecamatan (Camat Pujut dan Kapolsek Kuta) sempat turun tangan melakukan mediasi. Kades Sahnan menunjukkan jiwa besarnya dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Dusun Awang Kebon, meski secara personal ia tidak melakukan kesalahan langsung.
“Sebagai pemimpin, meminta maaf adalah bentuk tanggung jawab moral yang mulia. Saya ingin desa kita kondusif, apalagi kita akan menyambut perayaan budaya penting,” tambahnya.
*Pesan untuk Warga: Waspada Provokasi*
Kades Mertak mengimbau agar masyarakat tidak mudah terhasut oleh narasi sepihak yang sengaja digulirkan untuk memojokkan pihak desa. Ia menekankan pentingnya check and recheck sebelum menghakimi.
Poin-poin Utama Klarifikasi Kades:
Netralitas Seleksi: Penetapan Kadus sudah sesuai prosedur resmi.
Bantahan Fitnah: Tangkapan layar percakapan WA yang beredar telah disalahartikan/dipelintir.
Ajakan Damai: Mengajak warga menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tanpa embel-embel politik.
Evaluasi Diri: Meminta semua pihak melakukan refleksi demi keharmonisan desa.
“Mari kita jaga ketentraman Desa Mertak yang kita cintai. Saya berharap klarifikasi ini menyudahi segala isu miring yang ada. Saatnya kita kembali bersatu dan menjaga kerukunan,” pungkasnya. (A)
