Ketua TP PKK Humbahas Supervisi Desa Percontohan IVA Test: Upaya Pencegahan Kanker Serviks di Kecamatan Sijamapolang
Humbang Hasundutan, Jumat, 21 Maret 2025
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Humbang Hasundutan, Ny. Erma Oloan Paniaran Nababan, melaksanakan supervisi Desa Percontohan Kategori IVA Test. Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Desa Bonan Dolok I, Kecamatan Sijamapolang, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pejabat terkait.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan
Camat Sijamapolang, Irianto N. Manullang, dalam sambutannya mengapresiasi kunjungan dan supervisi yang dilakukan TP PKK Kabupaten Humbahas. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai IVA Test, terutama dalam pencegahan kanker serviks yang menjadi ancaman bagi kaum perempuan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua TP PKK beserta tim atas supervisi yang dilakukan hari ini. Kami berharap tim PKK dan OPD terkait dapat menjelaskan secara rinci tentang IVA Test, termasuk manfaatnya bagi kesehatan kaum ibu di Kecamatan Sijamapolang,” ujar Camat Irianto.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PKK Kecamatan Sijamapolang, Ny. Charly Irianto N. Manullang, menyerahkan laporan supervisi kepada Ketua TP PKK Kabupaten Humbahas sebagai bagian dari program tahunan yang bertujuan meningkatkan kesehatan perempuan melalui deteksi dini kanker serviks.
IVA Test: Solusi Murah dan Efektif Deteksi Kanker Serviks
Ketua TP PKK Kabupaten Humbahas, Ny. Erma Oloan Paniaran Nababan, menegaskan bahwa IVA Test merupakan metode deteksi dini kanker serviks yang sederhana, cepat, dan terjangkau. Ia berharap seluruh masyarakat, terutama kaum ibu di Kecamatan Sijamapolang, turut berperan aktif dalam kegiatan ini.
“Seharusnya kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Bonan Dolok I saja, melainkan harus mencakup seluruh masyarakat Kecamatan Sijamapolang. IVA Test merupakan metode yang mudah dilakukan dan bisa diakses di fasilitas kesehatan terdekat tanpa perlu pemeriksaan mahal seperti Pap Smear. Jika kanker serviks dapat dideteksi sejak dini, maka pengobatannya pun akan lebih cepat dan efektif,” jelas Ny. Erma.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sesi edukasi yang diberikan oleh Tim PKK Kabupaten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Gunawan Sinaga, menjelaskan bahwa pemeriksaan IVA sangat penting bagi perempuan yang telah aktif secara seksual, terutama yang memiliki faktor risiko tinggi terkena kanker serviks.
“Wanita yang berisiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat penyakit menular seksual atau memiliki banyak pasangan seksual, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Waktu terbaik untuk melakukan IVA Test adalah setelah selesai haid, terutama bagi mereka yang berusia 35 hingga 40 tahun. Jika memungkinkan, pemeriksaan sebaiknya diulang setiap tahun atau minimal setiap lima tahun pada rentang usia 35 hingga 55 tahun,” ungkap dr. Gunawan.
Ia juga menekankan bahwa deteksi dini sangat krusial karena kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Dukungan Kaum Bapak dalam Pencegahan Kesehatan Perempuan
Ny. Erma Oloan Paniaran Nababan juga mengingatkan bahwa meskipun IVA Test ditujukan untuk kaum ibu, peran serta kaum bapak sangat diperlukan untuk memberikan dukungan moral dan mendorong pasangan mereka untuk memeriksakan kesehatan secara berkala.
“Jika kaum ibu sakit, maka rumah tangga bisa terganggu. Oleh karena itu, suami dan anggota keluarga lainnya harus mendukung upaya pencegahan ini,” tambahnya.
Pentingnya Kesehatan dan Ketahanan Pangan
Selain edukasi kesehatan, kegiatan supervisi ini juga mencakup penyuluhan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang disampaikan oleh Emmi Situmorang. Dalam penyuluhannya, ia menyoroti pentingnya penggunaan pupuk dan pestisida yang aman agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau para petani untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan pupuk dan pestisida. Gunakanlah alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan agar terhindar dari paparan zat berbahaya. Selain itu, kita juga harus memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kadis Kesehatan dr. Gunawan Sinaga, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Nella Simamora, perwakilan OPD lainnya, kepala sekolah, kepala desa, bidan desa se-Kecamatan Sijamapolang, serta tokoh masyarakat.
Dengan adanya kegiatan supervisi ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini kanker serviks semakin meningkat, sehingga angka kasus kanker serviks dapat ditekan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Diterbitkan oleh Media Putra Bhayangkara, 21 Maret 2025
Frish H. Silaban
