Pemkab Nabire Siapkan “Jalur Pasokan” Jelang Ramadhan
Nabire – Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Nabire menghadapi tantangan serius pada sektor pangan, khususnya komoditas daging.
Harga daging sapi di Nabire saat ini menembus Rp200.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp180.000 per kilogram sebelum Natal dan Tahun Baru.
Kenaikan ini dipicu keterbatasan produksi lokal di tengah tingginya permintaan masyarakat, terutama dari pelaku usaha kuliner seperti warung makan, pedagang bakso, dan UMKM makanan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor, menjelaskan bahwa produksi daging sapi lokal masih sangat minim. Rata-rata pemotongan hanya delapan ekor sapi per hari dengan total produksi sekitar 600 kilogram daging, jauh dari kebutuhan masyarakat.
“Kondisi tersebut berpotensi semakin menekan harga selama Ramadhan, seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi berbasis pangan,” jelasnya, Kamis (22/01)
Hasil pemantauan harga pasca Natal dan Tahun Baru pada 13 Januari 2026 menunjukkan, selain daging sapi, sejumlah komoditas lain seperti telur ayam ras, daging babi, ikan, dan cabai rawit juga sempat mengalami kenaikan signifikan. Meski demikian, harga cabai rawit lokal mulai menurun dari Rp200.000 per kilogram menjadi Rp100.000–Rp120.000 per kilogram di Pasar Kalibobo dan Pasar Bumi Raya SP1. Namun secara umum, tekanan inflasi masih tinggi, dengan inflasi year-on-year Nabire tercatat mencapai 5,81 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga hingga Idul Fitri, Pemkab Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan dan TPID merekomendasikan pemasokan sapi hidup dari luar daerah seperti Merauke, Manokwari, Sorong, Ternate, dan Nusa Tenggara Timur, serta membuka jalur masuk daging beku. Pemerintah daerah juga menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Idul Fitri guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, agar umat Muslim di Nabire dapat menjalani Ramadhan dengan aman dan tenang.
MPB ABIRAYANTI
