Honai PAMAN Resmi Berdiri: Rumah Besar Pemersatu Masyarakat Adat di Papua Tengah”
NABIRE — Perkumpulan Masyarakat Adat Nusantara (PAMAN) Provinsi Papua Tengah meresmikan Honai PAMAN dalam sebuah acara syukuran yang berlangsung khidmat di Jalan Garuda, Kampung Kali Semen, Distrik Nabire Barat, Senin (29/12/2025). Kegiatan yang dihadiri para kepala suku, tokoh adat, tokoh agama, unsur TNI–Polri, serta masyarakat adat dari berbagai wilayah ini menjadi momentum penting bagi penguatan persatuan dan kebersamaan masyarakat adat Nusantara di Papua Tengah.
Ketua PAMAN Provinsi Papua Tengah, Ayub Wonda, S.AB, dalam sambutannya menegaskan bahwa Honai PAMAN bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah bersama dan pusat musyawarah masyarakat adat. Ia menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Honai yang dibangun secara bertahap melalui semangat gotong royong serta dukungan berbagai pihak. Honai ini diharapkan menjadi ruang dialog adat, penyelesaian persoalan sosial, serta penguatan nilai toleransi dan kebersamaan antar-suku.
Apresiasi juga disampaikan oleh Danramil 1705-01/Nabire Kota, Kapten Infanteri Suprasto Mami, yang mewakili Dandim 1705/Nabire. Ia menyebut berdirinya Honai PAMAN sebagai tonggak bersejarah bagi masyarakat adat Papua Tengah, sekaligus pusat komunikasi dan musyawarah lintas suku untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian di Nabire dan wilayah Papua Tengah secara umum. Sementara itu, Sekretaris PAMAN Papua Tengah sekaligus Ketua LMA Saireri II Nabire, Sokrates Sayori, menjelaskan bahwa PAMAN dirintis sejak tiga tahun lalu sebagai wadah pemersatu masyarakat adat dalam mendukung kehadiran Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PAMAN bersama unsur TNI–Polri dan perwakilan masyarakat adat, yang menetapkan Honai Nusantara PAMAN resmi dibuka pada pukul 13.16 WIT. Acara dilanjutkan dengan Barapen bersama sebagai wujud syukur dan pelestarian tradisi adat Papua. Menutup rangkaian kegiatan, Ayub Wonda berharap Honai PAMAN menjadi tempat yang diberkati Tuhan, membawa persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan, serta melahirkan gagasan-gagasan positif demi membangun Papua Tengah yang rukun, maju, dan bermartabat.
MPB ABIRAYANTI
