September 25, 2026

Trauma Healing untuk Membangun Generasi Unggul Humbang Hasundutan

 

Doloksanggul – Sabtu 13 Desember 2025 Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan komitmen serius dalam pemulihan pascabencana dengan menghadiri pembukaan kegiatan Trauma Healing Pasca Bencana yang digelar di Coffee Hotel Akasia, Doloksanggul, Sabtu (13/12). Kegiatan ini diinisiasi oleh Drs. Sabam Sinaga, M.M, Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Demokrat, sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Bupati Humbang Hasundutan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Drs. Sabam Sinaga atas perhatian dan kepeduliannya terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Menurutnya, pemulihan trauma merupakan aspek yang sering luput dari perhatian, padahal sangat menentukan masa depan generasi muda.

“Bencana tidak hanya merusak rumah, jalan, dan lahan pertanian, tetapi juga meninggalkan luka batin, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pelatihan trauma healing bagi para pendidik ini sangat penting agar pemulihan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Bupati.

Kegiatan trauma healing ini secara khusus membekali para guru dan tenaga pendidik agar mampu berperan sebagai mentor pemulihan psikososial bagi anak-anak didik yang terdampak bencana. Dengan pendekatan tersebut, proses penyembuhan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terintegrasi dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, Ny. Erma Simbolon, Oloan Paniaran Nababan selaku Bunda PAUD Humbang Hasundutan, menekankan pentingnya metode trauma healing yang ramah anak. Dalam sambutannya, ia mengusulkan penyediaan buku-buku dongeng bergambar sebagai media pendukung pemulihan trauma anak usia dini.

“Anak-anak membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka. Melalui cerita dan gambar, anak lebih mudah mengekspresikan perasaan, mengurangi ketakutan, dan membangun kembali rasa aman,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang menitikberatkan pada aspek emosional dan psikologis sebagai fondasi tumbuh kembang anak.

Drs. Sabam Sinaga, M.M dalam pemaparannya menegaskan bahwa trauma healing merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia. Ia menilai, pendidikan yang baik hanya dapat berjalan optimal apabila kondisi mental dan psikologis peserta didik berada dalam keadaan sehat.

“Jika seseorang memiliki pendidikan yang baik, maka cara hidupnya juga akan lebih baik. Bertani lebih baik, berdagang lebih baik, dan menghadapi tantangan hidup pun lebih siap. Namun trauma membuat mental tidak bertumbuh dengan baik, sehingga perlu penanganan khusus,” jelas Sabam.

Ia menambahkan, trauma dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk pengalaman bencana alam. Apabila tidak ditangani, trauma berpotensi menghambat kemampuan belajar, menurunkan kepercayaan diri, serta memengaruhi masa depan anak secara jangka panjang.

Kegiatan trauma healing ini menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan di Humbang Hasundutan, dengan menempatkan kesehatan mental anak sebagai prioritas pembangunan. Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pendidik, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan komitmennya untuk membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *