September 25, 2026

El Koko Hariyono, S.H.: Dari Tanah Etam untuk Indonesia, Suara Moral dari Kalimantan Timur

Jakarta, 1 November 2025 – Refleksi Nurani dari Timur Nusantara

Sebagai putra daerah Kalimantan Timur, saya memandang dengan hati yang gelisah dan nurani yang terbuka.
Satu tahun perjalanan pemerintahan di bumi etam ini seharusnya menjadi tonggak perubahan yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan golongan atau kelompok tertentu.
Namun yang tampak di lapangan, harapan sering kali kalah oleh kenyataan.

Kalimantan Timur adalah tanah yang kaya — bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga nilai, martabat, dan potensi manusia yang luar biasa.
Sayangnya, kekayaan ini tak selalu sejalan dengan kesejahteraan warganya.
Pertumbuhan ekonomi melambat, serapan anggaran rendah, dan daya beli masyarakat melemah.
Semua ini menjadi isyarat bahwa ada yang belum berjalan sebagaimana mestinya dalam tata kelola daerah.

Kekuasaan dan Amanah

Kekuasaan bukan untuk diagungkan, melainkan dijalankan dengan tanggung jawab.
Seorang pemimpin sejati tidak diukur dari banyaknya janji atau kebijakan yang diumumkan, melainkan dari keberanian berpihak pada kebenaran, meski harus tidak populer.

Rakyat Kalimantan Timur membutuhkan sosok yang berani berkata jujur, bekerja nyata, dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
Menjadi pemimpin di daerah kaya seperti Kaltim bukan sekadar jabatan — itu ujian moral.
Di balik setiap keputusan publik, ada hak rakyat yang harus dijaga dan nurani bangsa yang menuntut keadilan.

Hukum Harus Tegak Tanpa Pilih Kasih

Keadilan tidak boleh menjadi alat tawar-menawar.
Saya mengajak seluruh institusi penegak hukum — Kejaksaan RI, Kepolisian RI, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) — untuk memperkuat sinergi dan integritas dalam penegakan hukum di Kalimantan Timur.

Langkah tegas dan profesional sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap hukum tetap hidup.
Bukan dengan mencari siapa yang salah, tetapi memastikan bahwa tidak ada yang kebal terhadap kebenaran.

“Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Sebaliknya, kekuasaanlah yang harus tunduk pada hukum.”

Penegakan hukum yang jujur akan menjadi pondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan dan bermartabat.

Seruan Moral untuk Semua Pihak

Tulisan ini bukan tudingan, melainkan suara moral dari seorang anak bangsa yang mencintai tanah kelahirannya.
Kalimantan Timur tidak akan bangkit jika nurani publik dibiarkan diam.
Kritik yang beretika bukanlah perlawanan — ia adalah bentuk cinta terhadap daerah.

Saya mengajak seluruh elemen bangsa — pemerintah, aparat, akademisi, masyarakat sipil, dan media — untuk bersatu menjaga transparansi dan integritas dalam setiap proses pembangunan.
Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan berbeda arah terhadap cita-cita keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Penutup

Kalimantan Timur kini berada di persimpangan jalan sejarahnya.
Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara, Kaltim seharusnya menjadi teladan dalam tata kelola yang bersih, berkeadilan, dan berintegritas.
Namun hal itu hanya dapat terwujud jika hukum ditegakkan dengan nurani dan kepemimpinan dijalankan dengan moral.

“Keadilan adalah napas dari bangsa yang hidup. Jika ia berhenti bernafas, maka mati pula kepercayaan rakyat.”

Semoga suara kecil dari Tanah Etam ini menjadi pengingat bahwa membenahi negeri bukan tugas satu orang,
tetapi tanggung jawab bersama — dimulai dari keberanian untuk berkata benar dengan cara yang santun dan bermartabat.

E.L. Koko Hariyono, S.H.
Ketua Umum Forum Reporter dan Jurnalis Republik Indonesia (FRJRI)
Ketua II LIDIK KRIMSUS RI
Ketua Umum Forum Hukum Nasional (FRN & Partner)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *