Warga Keluhkan Guru Honorer Penerima TPG, Yang Disinyalir Seringkali Mangkir Saat Jam Kehadiran Mengajar
Putrabhayangkara. id
Sampang, – Upaya Pemerintah dalam memberikan tunjangan kepada guru honorer patut diapresiasi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan dan kualitas pendidikan nasional.
Dengan adanya tunjangan guru non ASN yang telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG)tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan dan motivasi. Sehingga, diharapkan guru honorer dapat semakin semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru pengajar.
Namun berbeda cerita Seperti yang terjadi di salah satu UPTD SDN. Pulau Mandangin 2, Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang, (17/10/2025).
MS, Salah satu guru yang berstatus tenaga honorer yang telah menyelesaikan dan telah dinyatakan lulus pada pada Pendidikan Profesi Guru (PPG)
justru terkesan mengabaikan tanggung jawabnya sebagai guru pengajar Olah raga yang disinyalir jarang hadir pada saat jadwal jam mengajar yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah.
Hal itu terkuak, bermula atas laporan masyarakat dan wali murid yang merasa kecewa atas ketidak hadirannya pada saat jam pelajaran olah raga.
“Selama ini yang saya ketahui Pak MS jarang terlihat memberikan pelajaran olah raga kepada muridnya di halaman sekolah. Bahkan, MS sebagai guru olah raga mempunyai tanggung jawab kehadiran pada saat jam mengajar olah raga mulai kelas satu s/d kelas enam di Sekolah ini, namun faktanya MS Abai dengan kewajibannya. dan bisa dikatakan jam kehadiran mengajarnya hanya beberapa kali saja dalam seminggu.
Usut punya usut diketahui oleh warga setempat ternyata MS “Nyambi” usaha Agen Brilink dan juga diketahui mempunyai usaha di bidang Pertambakan di salah satu desa di Kabupaten Sampang.
Sungguh jauh dari kata pengabdian yang tulus ikhlas dari seorang guru. yang mana MS lebih memprioritaskan pekerjaan lain, dan terkesan mengabaikan tugas dan tanggung jawab nya, padahal MS sebagai guru honorer yang telah mendapat Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari pemerintah yang seharusnya lebih memilih fokus mengajar. kalaupun ada aktivitas dan kesibukan lain seharusnya Pak MS harus bisa membagi waktu tanpa harus melalaikan tugas pokok seorang guru yang saat ini MS mendapatkan TPG, ”
ungkap salah satu warga dengan nada kesal bercampur kecewa.
Ditempat terpisah media ini mencoba menghubungi MS untuk dikonfirmasi terkait informasi dimaksud.
Kepada Media ini, MS menepis dan membantah bahwa informasi atas laporan warga itu tidak benar.
“Informasi, dan laporan masyarakat itu tidak benar mas, itu hanyalah persepsi tanpa bukti yang sangat dimungkinkan karena rasa iri. kalau saya dikatakan jarang ngantor itu saya rasa kurang tepat, namun dirinya tidak menampik ketika tidak masuk MS selalu Ijin kepada Kepsek dan ada pemberitahuan lewat WA group guru.
Kendati demikian MS mengakui dirinya mempunyai semangat kerja yang luar biasa. Yang tak lain menurutnya sebagian untuk menambah penghasilan.
Diakui MS, saat ini mempunyai usaha Agen Brilink di rumah nya dan pertambakan di Sampang. Bahkan pada media ini MS juga menyampaikan kalau dirinya selain mempunyai pekerjaan selain dimaksud, MS juga tercatat sebagai anggota BPD Di Pulau Mandangin, ” terang MS sekelumit bercerita dengan bangganya.
Reporter : Tim MPB
Sampang.
