Jeruji Bukan Akhir: Senyum Azis Pecah Saat Brigjen Pol. (P) Siswandi Datang Menyapa
CIREBON – Hidup bagaikan roda yang berputar. Mantan Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, yang dulu duduk di kursi kekuasaan dengan segala penghormatan, kini harus menghabiskan hari-hari beratnya di balik jeruji besi Rutan Kelas I Cirebon.
Namun, di tengah kesunyian yang menekan, sebuah kunjungan tak terduga seakan menyalakan kembali cahaya yang nyaris padam. Brigjen Pol (Purn) Siswandi, sahabat lama sekaligus mantan Kapolresta Cirebon, datang menyambangi Azis.
Pertemuan itu melahirkan momen yang menggetarkan hati. Senyum tipis Azis merekah, seolah mencoba menutupi luka batin yang dalam. Senyum itu sederhana, namun sarat makna—sebuah isyarat bahwa ia masih bertahan, masih berusaha menemukan harapan meski di balik jeruji.
“Kepadanya saya mencoba memberikan nasihat agar kuat, dan selalu berdoa dengan khusyuk sambil merenung tentang apa yang sudah dilakukan selama ini,” tutur Siswandi penuh kehangatan.
Tak hanya kata-kata, Siswandi juga membawa satu slop rokok putih filter—kesukaan lama sahabatnya. Hadiah kecil itu mungkin terlihat sederhana, tapi bagi Azis, itu adalah simbol persahabatan yang tak pernah lekang oleh waktu.
Siswandi kemudian menitipkan pesan mendalam, penuh nasihat dan makna. “Jabatan itu amanah. Siapapun yang sedang berkuasa, carilah rezeki yang barokah. Jadikan pekerjaan itu sebagai ibadah agar bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya menutup pertemuan dengan nuansa penuh haru.
Kunjungan singkat itu mengajarkan satu hal: bahwa di balik derita dan keterpurukan, kepedulian sahabat dan doa tulus masih bisa menjadi penguat yang lebih berharga daripada apapun. Sebuah pelajaran hidup yang menggugah—bahwa kekuasaan bisa sirna, tetapi persahabatan sejati akan selalu abadi. (Red. MPB Priyono, Div Humas Pokdarkamtibmas)
