September 26, 2026

Reformasi Polri Bukan Solusi, Cetak Biru Polri sudah ada

Medan, Putrabhayangkara
Wacana reformasi institusi Polri perlu di pikir secara matang agar tidak salah langkah, perlu di tinjau apakah evaluasi cukup di lakukan terhadap individu atau institusi,”Bila kebencian sudah tertanam akibat kesalahan individu-individu di kepolisian, jangan menyalahkan institusinya, pemikiran-pemikiran seperti ini yang perlu di reformasi,”Ketua Umum, Gema Santri Nusa, KH. Akhmad Khambali,SE,MM, Selasa (16/09/2025)
KH. Akhmad Khambali,SE,MM, mengatakan bahwa, di dalam System Presidential, Presiden adalah Pimpinan Sipil Tertinggi, sehingga menempatkan Polri di Bawah Presiden Justru menjamin dan bisa Mengontrol efektivitas dan Netralitas itu, justru dengan memindahkan ke Kementerian, bisa membuka ruang intervensi Politik yang lebih dominan dan lebih besar, karena Kementerian, adalah Jabatan Politis,”yang Kita butuhkan bukan Perubahan posisi Kelembagaan tapi Penguatan Fungsi dan Pengawasan, misalnya di Kepolisian ada Divisi Propam, kemudian pada sisi lain ada Kompolnas yang bisa kita perkuat, yang system Rekruitment perlu di benahi, Pelatihan aparat di Arahkan ke Etika dan Pelayanan Publik yang cepat, itu semua bisa di lakukan tanpa merubah tatanan Struktur,”jelas Kyai Khambali yang juga Pelaku Reformasi 98 yang saat ini juga pengasuh Ponpes Wirausaha Ahlul Kirom.
Kyai Khambali melihat ada kesan tarik menarik antara dua kiblat, karena satu sisi, publik ingin Polri berubah lebih cepat, sementara di sisi lain Polri di nilai sudah menorehkan banyak prestasi dalam menjaga stabilitas keamanan.
Usulan reformasi Polri sebenarnya bukan barang baru karena menurut Kyai Khambali yang juga Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom, kinerja kepolisian selalu berada di ruang sorotan publik sejak era reformasi 1998,”Kasus represifitas, dugaan pelanggaran HAM, hingga perilaku oknum yang koruptif kerap, di jadikan alasan tuntutan perubahan struktural, namun, pertanyaan kuncinya, apakah reformasi benar-benar solusi atau justru sekadar retorika politik para Pemangku Kepentingan ?,” tanya Kyai Khambali.
Kyai Khambali menilai, karena terlalu sering wacana reformasi Polri, justru menjadi alat untuk mendiskreditkan tanpa melihat fakta objektif bahwa, Polri juga bertransformasi melalui program presisi dan pola pendekatan humanis,”rasanya kurang elok kalau kita selalu subyektif menilai kinerja, prestasi dan keberhasilan tak di pandang hanya karena satu kesalahan,” tegas Kyai Khambali yang juga Ketua Forum Kyai Tahlil.
Selain itu, Kyai Khambali memandang aparat penegak hukum, kerap menanggung beban kegagalan komunikasi politik antara DPR selaku wakil Rakyat dan rakyat yang memilihnya, Polisi menjadi “tameng” di garis depan, sementara pejabat publik yang mestinya bertanggung jawab justru kerap menghilang.
Kyai Khambali tidak menutup mata bahwa, ada ruang perbaikan fundamental dan ia mendorong agar nilai-nilai HAM masuk ke kurikulum pendidikan kepolisian dan Penguatan penguatan lainnya tanpa Mereformasi Institusinya,”ingat… ” REFORMASI POLRI BUKAN SOLUSI ” Ujar Kyai Khambali Sang Inisiator InsanPreneur.
(Alexander/Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *