Camat Pollung Resmi Buka Musrenbang 2024: Soroti Pembangunan Aula dan Destinasi Wisata Silemeleme
Humbang Hasundutan, Rabu 26 Febuari 2025
Camat Pollung, Imron Banjarnahor, S.Pd, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pollung dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Tahun 2026. Acara ini berlangsung di halaman Kantor Camat Pollung pada Rabu (26/2).
Dalam sambutannya, Imron Banjarnahor menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam Musrenbang Kecamatan Pollung. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyempatkan waktu mengikuti Musrenbang ini. Kehadiran bapak dan ibu sangat penting untuk menyuarakan aspirasi pembangunan di Kecamatan Pollung,” ujarnya.
Peserta yang Hadir dan Jumlah Usulan dari Desa:
Musrenbang tersebut dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta perwakilannya, kelompok tani, kepala desa dan perangkatnya, kepala puskesmas, tokoh adat dan masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Pollung.
Camat Imron menjelaskan bahwa sebelum Musrenbang tingkat kecamatan ini, seluruh desa di Kecamatan Pollung telah melaksanakan musyawarah desa pada 17 hingga 23 Januari 2024. Dari hasil musyawarah tersebut, terkumpul sebanyak 214 usulan prioritas dari 13 desa di Kecamatan Pollung.
“Kami sudah menjaring sebanyak 214 usulan dari seluruh desa. Usulan ini mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat dan menjadi dasar penyusunan program pembangunan di tahun mendatang,” terang Imron.
Apresiasi kepada Bupati dan Fokus Pembangunan Tahun 2026:
Dalam kesempatan tersebut, Camat Imron juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Humbahas periode sebelumnya atas perhatian mereka terhadap Kecamatan Pollung. Ia menilai bahwa berkat dukungan tersebut, Kecamatan Pollung berkembang pesat sebagai sentra pertanian dan ketahanan pangan di Humbahas.
“Kecamatan Pollung memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Program pemerintah pusat turut mendorong percepatan pembangunan di sini, terutama dalam infrastruktur yang kini berkembang cukup pesat,” tambahnya.
Namun, meski mengalami kemajuan, Camat menyoroti beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian. Salah satunya adalah pembangunan aula Kantor Camat Pollung yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.
“Harapan kami, di tahun 2026 aula ini sudah berdiri di tempat ini. Selain itu, penataan destinasi wisata Silemeleme juga sangat penting untuk menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah serta desa,” tegasnya.
Komitmen Muspika dan Dukungan DPRD Humbahas:
Mewakili unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Danramil Pollung menyatakan optimisme bahwa usulan yang dihasilkan dari musyawarah desa adalah yang paling penting dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami dari pihak TNI-Polri berharap usulan ini dikawal bersama oleh Pimpinan OPD dan anggota DPRD. Kami ingin memastikan bahwa semua usulan dari Kecamatan Pollung bisa terlaksana secara nyata, sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka,” ujar Danramil.
Dukungan serupa disampaikan oleh anggota DPRD Humbahas, Poltak Purba dan Hartono Lumban Gaol, yang turut hadir dalam acara tersebut. Mereka menegaskan komitmen DPRD dalam mengawal usulan masyarakat agar diteruskan ke tingkat kabupaten.
“Kami hadir di sini untuk memastikan semua aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik. Jangan sampai ada desa yang merasa diabaikan atau tidak mendapat perhatian dari pemerintah,” ujar Poltak Purba menegaskan pentingnya keadilan dalam pelaksanaan program pembangunan.
Arahan Bupati Humbahas: Prioritas dan Pemeliharaan Infrastruktur
Mewakili Bupati Humbahas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba mengingatkan bahwa pembangunan tahun 2025 akan lebih efisien dan merata. Oleh karena itu, ia meminta usulan yang diajukan harus benar-benar bersifat prioritas dan mendesak.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen masyarakat dalam memelihara hasil pembangunan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lama.
“Kami meminta komitmen dari kepala desa dan masyarakat yang menerima manfaat pembangunan untuk menjaga dan memeliharanya. Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun cepat rusak atau beralih fungsi dalam waktu singkat,” tegas Martogi Purba.
Musrenbang Kecamatan Pollung menjadi momentum strategis untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Kecamatan Pollung dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Laporan: Frish H. Silaban – Media Putra Bhayangkara
