September 25, 2026

Serba-serbi 100 Burung Beo Media X yang Sama, Andalankan Copy-Paste Rilis Kominfo

Tapanuli Utara, Sabtu 09 Agustus 2025

Di Tapanuli Utara, ada pemandangan yang sulit diabaikan: seratus wartawan di bawah bendera Media X bergerak seperti satu kawanan burung beo. Begitu Dinas Kominfo Taput mengeluarkan rilis, seratus beo ini langsung berkicau serempak di dunia maya.

Judul sama. Isi sama. Bahkan tanda bacanya pun sama. Tidak ada yang diubah, tidak ada yang digali, tidak ada yang diverifikasi. Semuanya mengandalkan copy-paste murni dari teks resmi pemerintah, lalu diterbitkan secara serentak oleh seluruh anggota.

Fenomena ini menciptakan ilusi bahwa berita tersebut mendapat sorotan besar, padahal yang terjadi hanyalah publikasi massal yang seragam. Pers yang seharusnya menjadi elang pencari fakta, di sini justru menjelma menjadi beo jinak—mengulang kata majikan tanpa bertanya maknanya.

Apakah ini strategi bisnis, kepentingan politik, atau sekadar mempertahankan status “wartawan resmi” agar tetap dekat dengan sumber kekuasaan? Publik berhak bertanya.

Yang jelas, Tapanuli Utara butuh keberagaman berita, sudut pandang kritis, dan suara independen. Karena jika semua berita hanya mengulang dari satu sumber, fungsi pers sebagai mata dan telinga rakyat akan redup, digantikan gema seratus burung beo yang hanya pandai menirukan.

Catatan: Tulisan ini hanya menyoroti pola kerja Media X, bukan seluruh insan pers di Tapanuli Utara.

Diterbitkan: Media Putra Bhayangkara
Oleh: Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *