Bupati Humbahas Tinjau Rehabilitasi Jalan Penghubung Bonan Dolok II – Batu Najagar: Jalan Pendidikan dan Ekonomi Warga Butuh Percepatan Pembangunan
Sijamapolang, Sabtu 19 Juli 2025 |
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bergerak cepat merespons permohonan masyarakat atas kondisi rusaknya jalan penghubung antara Desa Bonan Dolok II dan Desa Batu Najagar, Kecamatan Sijamapolang. Bupati Humbahas Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H. didampingi Anggota DPRD Humbahas Manamba Tua Simamora langsung meninjau lokasi rehabilitasi jalan sepanjang hampir 6 kilometer tersebut, yang kini mulai dikerjakan menggunakan satu unit alat berat milik BPBD.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan itu antara lain Plt. Kalak BPBD Sabar H. Purba, S.H., Kadis Kominfo Batara F. Siregar, Camat Sijamapolang Irianto Simanullang, serta Kepala Desa Bonan Dolok II Tumpal Simanullang dan Kepala Desa Batu Najagar Hadosan Samosir, bersama sejumlah tokoh masyarakat.
Akses Pendidikan dan Pertanian Terancam
Jalan penghubung dua desa ini merupakan jalur utama yang dilalui anak-anak sekolah dari Desa Batu Najagar menuju SMP dan SMA di Desa Bonan Dolok II. Selain itu, jalan ini juga menjadi akses penting ke lahan pertanian masyarakat.
“Kondisi jalan sudah mulai ditemukan longsor di beberapa titik. Ini sangat berbahaya bagi para pelajar dan petani. Masyarakat sudah berkali-kali menyuarakan ini melalui Musrenbang,” ujar Camat Sijamapolang, Irianto Simanullang. Ia menambahkan bahwa jalan tersebut merupakan hasil Program TMMD tahun 2012 lalu dan belum pernah direhabilitasi secara menyeluruh sejak saat itu.
Langkah Cepat Pemerintah dan Komitmen Jangka Panjang
Merespons permohonan masyarakat melalui para kepala desa, Bupati Humbahas langsung memerintahkan BPBD menurunkan alat berat untuk tahap awal rehabilitasi. Tindakan ini diapresiasi oleh Anggota DPRD Manamba Tua Simamora, yang menyebut kehadiran langsung Bupati sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga Sijamapolang.
Dalam keterangannya di lapangan, Bupati Oloan Nababan menyampaikan bahwa pembangunan jalan penghubung ini akan menjadi catatan penting dalam prioritas pembangunan daerah.
> “Banyak saran dan masukan yang disampaikan masyarakat tadi. Kami yakin untuk tahun mendatang jalan ini bisa terwujud, tentu dengan sinergi semua pihak, termasuk DPRD. Karena kita sama-sama di lapangan ini bersama bapak dewan. Terima kasih Pak Manamba, kita sudah sama-sama melihat kondisi ini,” ujar Bupati.
Peluang Masuk Prioritas APBD
Dengan proses perencanaan yang cepat dan koordinasi lintas sektor, jalan ini berpeluang masuk dalam usulan Prioritas Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2026, atau dalam Perubahan APBD 2025 bila memungkinkan.
Langkah ke depan mencakup survei teknis, penyusunan dokumen perencanaan (DED), dan pengusulan anggaran ke Bappeda serta Dinas PUPR. Diharapkan, jalan ini dapat dibangun secara permanen dan tahan terhadap ancaman bencana seperti longsor, bukan sekadar perbaikan sementara.
Harapan dan Rekomendasi
Warga dua desa berharap agar kehadiran Bupati dan DPRD tidak hanya menjadi kunjungan simbolik, melainkan diikuti dengan tindak lanjut konkret. Pemerintah desa bersama camat dan masyarakat didorong untuk menyusun proposal pembangunan lanjutan, sementara DPRD diharapkan aktif mengawal anggaran pembangunan jalan ini.
Sementara itu, media dan masyarakat sipil diminta untuk terus mengawasi dan mempublikasikan perkembangan agar pembangunan ini tetap dalam sorotan publik.
Reporter: Frish H. Silaban
Editor: Tim Media Putra Bhayangkara
Tanggal Publikasi: 19 Juli 2025
