September 27, 2026

Optimalisasi Lahan Tidur, Pemkab Taput Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Uji Unsur Hara Tanah

 

Tapanuli Utara – Rabu 16 Juli 2025

Dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan daerah, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melakukan langkah nyata dengan mengintensifkan pengolahan lahan tidur melalui pendekatan ilmiah dan lintas sektor. Rabu (16/7), Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng., meninjau langsung proses pengujian unsur hara tanah di lahan seluas sekitar 1 hektar milik Bumdes Natumandi, yang berada di Desa Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pertanian Viktor Freddy Siagian, SP, M.Si., Kabid Penyuluhan Fenry Wanvo Sidabutar, SP, serta Kepala UPTD Laboratorium dan POPT, Noven Sijabat.

UPTD Laboratorium melakukan pengujian menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk mengetahui status hara tanah, termasuk pH, Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan kadar C-Organik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar unsur penting masih tergolong rendah, khususnya kandungan Nitrogen dan unsur organik, serta tingkat keasaman tanah yang cukup tinggi.

“Hasil ini menjadi dasar penting dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang spesifik lokasi, agar tidak terjadi penggunaan pupuk yang salah dan berlebihan. Selain hemat biaya, juga lebih ramah lingkungan,” jelas Noven Sijabat.

Rekomendasi teknis dari UPTD Laboratorium menyarankan penambahan pupuk seperti SP-36 untuk Fosfor, KCl untuk Kalium, Urea untuk Nitrogen, serta dolomit untuk menetralkan pH tanah, ditambah kompos untuk memperbaiki kadar bahan organik.

Wakil Bupati dalam arahannya menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam pengolahan lahan, khususnya dalam upaya optimalisasi lahan-lahan tidur di wilayah Taput.

“Kita harus memastikan bahwa alat yang digunakan sudah terkalibrasi untuk memperoleh data akurat. Ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan, termasuk penentuan pola tanam yang tepat. Semua pihak, baik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, PPL, Camat hingga Pemerintah Desa harus berkoordinasi,” tegas Dr. Deni Lumbantoruan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemkab Taput berkomitmen menindaklanjuti arahan Bupati Tapanuli Utara agar lahan-lahan potensial yang selama ini belum dimanfaatkan secara produktif bisa dihidupkan kembali, tanpa sekadar mengganti jenis tanaman dari padi ke jagung atau cabai.

“Yang kita dorong adalah pola tanam berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar. Semua ini harus dirancang berdasarkan hasil uji tanah agar hasil panen maksimal dan tidak merusak struktur tanah jangka panjang,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tarutung, aparatur Pemerintah Desa Parbaju Toruan, pengurus Bumdes Natumandi, dan kelompok tani setempat.

Melalui pendekatan terpadu dan berbasis data, Pemkab Taput berharap sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat serta pilar utama ketahanan pangan daerah.

Reporter: Frish. H. Silaban
Editor: Media Putra Bhayangkara (MPB)
Tanggal Publikasi: 16 Juli 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *