September 25, 2026

Bupati Humbahas Ikuti Rakor Nasional Eksplorasi Kemenyan dan Inovasi Pupuk dari Enceng Gondok

Humbang Hasundutan, Senin 07 Juli 2025

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional yang membahas eksplorasi kemenyan dan inovasi pengolahan limbah enceng gondok menjadi pupuk organik. Rakor yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Rapat strategis tersebut melibatkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk Direktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), unsur TNI, akademisi dari Universitas Padjadjaran, serta kepala daerah dari kawasan Danau Toba: Bupati Tapanuli Utara, perwakilan dari Kabupaten Toba dan Samosir.

Dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, turut serta mendampingi Bupati Oloan antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Jaulim Simanullang, Kadis Peternakan dan Perikanan Parman Lumbangaol, Kadis Koperasi dan Tenaga Kerja Nurliza Pasaribu, Kadis Pertanian Ir. Junter Marbun, Plt. Kadis Lingkungan Hidup Sabar Lampos Purba, serta sejumlah pejabat teknis lainnya.

Riset Terintegrasi untuk Komoditas Unggulan

Dalam arahannya, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya riset terpadu dalam pengelolaan kemenyan, sebagai komoditas khas yang bernilai tinggi dan menjadi warisan lokal masyarakat Tapanuli.

> “Kemenyan ini kekayaan lokal yang tidak boleh dikelola sembarangan. Kita dorong riset ilmiah, khususnya dalam pengembangan bibit unggul melalui kultur jaringan dan teknologi genetik,” tegas Luhut.

Para peneliti mengakui bahwa hingga kini belum ditemukan bibit kemenyan spesifik yang terbukti paling produktif. Namun, produksi masih dapat ditingkatkan melalui pola budidaya dan teknik penyadapan yang tepat untuk memaksimalkan keluarnya resin atau getah.

Bupati Oloan menyatakan kesiapan Humbang Hasundutan untuk mendukung penuh upaya nasional ini.

> “Kami siap terlibat aktif dalam penguatan sektor pertanian berkelanjutan dan mendukung visi strategis nasional di kawasan Danau Toba,” ujar Bupati Oloan dalam sesi diskusi.

Enceng Gondok Diolah Jadi Pupuk Organik

Rapat ini juga membahas pengolahan limbah enceng gondok – gulma air yang selama ini mengganggu ekosistem dan aktivitas perairan – menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi tinggi. Inovasi ini dinilai sebagai solusi ekologis sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar Danau Toba.

Transformasi limbah menjadi komoditas ini diharapkan membuka ruang bagi kemitraan riset, pengembangan UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan dan lingkungan di wilayah-wilayah yang terdampak keberadaan enceng gondok secara masif.

Komitmen Humbahas: Kolaborasi dan Inovasi

Kehadiran aktif Bupati Humbahas dalam rakor ini mencerminkan keseriusan daerah dalam membuka ruang kolaborasi lintas sektor, dari riset kampus hingga implementasi di lapangan. Dengan pendekatan berbasis inovasi dan keberlanjutan, Humbang Hasundutan ingin menempatkan dirinya sebagai salah satu daerah pionir di kawasan Danau Toba yang tidak hanya menjaga alam, tapi juga memanfaatkan sumber daya lokal secara bijak.

Reporter: Frish H. Silaban
Editor: Tim Redaksi Media Putra Bhayangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *