September 25, 2026

Warga Banyusari Kecewa dan Meminta Dinas PUPR Kabupaten Karawang Segera Turun Kelapangan Untuk Evaluasi Hasil Pekerjaan Proyek Penurapan Yang Diduga Asal-Asalan

Putrabhayangkara id // Karawang- CV Masadi Karya kerjakan proyek penurapan tanggul kali Pesanggrahan yang berlokasi di Kp Krajan RT 02 RW 01 Desa Jayamukti Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang dengan Volume panjang= 96,50 M” X 2., Tinggi = 120 M” bersumber dana APBD tahun 2025 senilai Rp 189.327.000,00 dengan masa kontrak waktu pengerjaan 60 hari kalender.

Proyek turap tersebut diduga “Amburadul” dikerjakan asal jadi tak sesuai spesifikasi.

Pasalnya proyek dinilai “Asal Jadi.” Pemasangan batu bangunan turap, diduga ditempel diatas bangunan turap yang lama dan dalam kondisi air yang banjir. alat pembendung air (Kisdam) yang hanya secuir tidak difungsikan dengan baik dan hanya dijadikan sebagai syarat saja. Tata letak batu bangunan pun terlihat bolong-bolong, bahkan tidak menyatu sehingga terkesan menumpang diatas bangunan turap yang lama. Kondisi area pekerjaan pemasangan batu terendam oleh arus sungai. Olahan adukan semen dan juga pasir, tidak dapat menempel atau merekatkan bangunan turap yang lama dengan yang baru dipasang.

Kamis 26/06/2025 menurut seorang warga Banyusari berinisial YE, fraktisi IT dan paham tentang teknis pembangunan kepada awak media menuturkan, bahwa proyek tersebut sangat “Amburadul” karena proses pelaksanaan pekerjaan-nya tidak mengikuti petunjuk teknis, sehingga hasil pekerjaan tak sesuai dengan spesifikasi.

“Coba lihat, bagaimana mungkin bangunan turap ini bisa kokoh, kuat dan bertahan lama kalau cara melaksanakan pembangunannya asal jadi. Kami sebagai warga Banyusari merasa kecewa, biaya yang begitu besar hingga ratusan juta rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk biaya proyek pembangunan turap ini, hanya dikerjakan asal-asalan saja.

“Kemana pengawas dari dinas terkait yang bertugas mengawasi jalannya proyek ini ?…

“Kami warga Banyusari, meminta kepada dinas PUPR Kabupaten Karawang bidang terkait, agar segera turun kelapangan untuk monitoring dan evaluasi hasil pekerjaan proyek penurapan, dan bila perlu bongkar kembali bangunan turap ini, agar hasil pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan,” tuturnya.

Sementara Deden selaku pelaksana lapangan (Mandor) sulit untuk ditemui karena jarang berada dilokasi dan seolah menghindar saat berulangkali hendak dikonfirmasi.

Awak media putra bhayangkara terus berusaha mencari informasi, agar mengetahui siapa pengawas dari dinas yang bertugas mengawasi, namun sampai berita ini diterbitkan pengawas dari dinas terkait, belum diketahui sehingga belum dapat dikonfirmasi. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *