Diduga CV Segara Arta Kerjakan Proyek Turap Saluran, Asal Jadi Tak Sesuai Dengan Spesifikasi
Putrabhayangkara id //Karawang- Langkah nyata dari Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kabupaten Karawang dalam mendorong roda perekonomian, demi kesejahteraan masyarakat. Saat ini pemerintah Kabupaten Karawang, tengah gencar- gencarnya merealisasikan berbagai proyek pembangunan salah satunya bidang sumber daya air (SDA) dengan menyelenggarakan kegiatan penurapan saluran, yang berlokasi di Dusun Kiara RT 02/04 Desa Talunjaya Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang Provinsi Jawa barat, Rabu 25/06/2025.
Diketahui dari papan informasi kegiatan yang terpampang dilokasi pembangunan. Pelaksanaan proyek penurapan saluran tersebut, bersumber dana APBD tahun 2025 senilai Rp 189.324.000,00 dan
dikerjakan oleh pihak penyedia jasa CV Segara Arta, dengan Volume, panjang = 2 X 246,50 M” Tinggi = 0,70 M” kontrak waktu pengerjaan 60 hari kalender.
Namun sayang, proyek penurapan saluran tersebut, diduga dikerjakan “asal jadi” tidak sesuai dengan spesifikasi.
Pasalnya, selain menggunakan bahan-bahan material seperti batu, pasir dan semen yang kurang berkualitas, kemudian dari segi pengolahan adukan-pun terlihat semennya hanya sedikit sehingga dapat dipastikan bangunan turap tidak akan bisa bertahan lama.
Seorang warga Banyusari berinisial AG yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa pengerjaan proyek turap saluran air tersebut diduga dikerjakan “asal jadi”
“Kami mengkhawatirkan kualitas bangunan turap saluran air ini, tidak akan bertahan lama.
“Kalau melihat dari bahan-bahan material yang digunakan untuk pembangunan turap ini, seperti batu, pasir dan juga semen yang dipergunakan kurang berkualitas seperti itu, Saya yakin bangunan turap ini tidak memiliki kualitas kekuatan, apalagi cara mengolah adukannya pun kurang maksimal, (semennya hanya sedikit), saya yakin bangunan turap ini tidak akan bisa bertahan lama, “katanya.
Lebih lanjut warga mengatakan, “Kami berharap kepada pihak dinas PUPR Kabupaten Karawang, supaya lebih selektif dalam memilih perusahaan / CV yang akan menjadi penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan proyek pembangunan, “jangan asal tunjuk” agar hasil pembangunan-nya bagus dan berkualitas, sehingga dapat memberikan manfaat yang lama bagi warga masyarakat,” imbuhnya.
Sementara seorang pekerja yang enggan disebut namanya saat ditanya siapa pemborong dan juga pengawas dari dinas yang bertugas mengawasi jalannya proyek tersebut hanya mengatakan, “Saya tidak tau pak,”jawabnya
Sampai berita ini diterbitkan pihak pemborong dan pengawas dari Dinas terkait yang bertugas mengawasi jalannya proyek tersebut belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi. (Gun)
