Wabup Deni Tekankan Revitalisasi Pancasila di Empat Sektor Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Tapanuli Utara, Senin 2 Juni 2025
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Lapangan Tangsi Tarutung, Senin (2/6). Wakil Bupati Taput, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, S.H., M.Han, Penjabat Sekda Taput, para Asisten Setdakab, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, serta para pelajar.
Rangkaian acara dimulai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, serta penyampaian amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, yang dibacakan oleh Wabup Deni.
> “Peringatan Hari Lahir Pancasila ini mengingatkan kita bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sumber nilai yang menyatukan kita dalam semangat persatuan dan gotong royong,” ucap Wabup.
Wabup Deni menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai kompas moral di tengah kemajuan teknologi dan ekonomi. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari capaian infrastruktur atau digitalisasi, tetapi juga dari kekuatan nilai etika dan kemanusiaan yang dijunjung masyarakat.
> “Indonesia yang maju bukan hanya soal teknologi atau ekonomi. Pancasila harus hadir dalam perilaku kita sehari-hari — di rumah, di sekolah, di kantor, dan di ruang digital,” tegasnya.
Dalam amanat yang dibacakan, Wabup juga menyampaikan arahan Kepala BPIP terkait perlunya revitalisasi nilai-nilai Pancasila di empat sektor utama:
1. Pendidikan – penanaman nilai Pancasila sejak usia dini.
2. Birokrasi – mendorong integritas dan pelayanan yang berkeadilan.
3. Ekonomi – pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil, termasuk UMKM dan koperasi.
4. Dunia Digital – membangun ruang digital yang sehat, cerdas, dan beretika.
> “Pembangunan harus dirasakan oleh semua kalangan. Prinsip keadilan sosial adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Menutup amanatnya, Wabup Deni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan Pancasila sekadar seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi jiwa dalam setiap denyut pembangunan bangsa.
> “Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi harapan masa depan. Mari jadikan nilai-nilainya sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.
Reporter: Frish. H. Silaban
Diterbitkan: Media Putra Bhayangkara
Publikasi: 02 Juni 2025
