Patroli Tim Tebas Jatanras Warnai Operasi Pekat Toba 2025, Masyarakat Medan Sambut Positif Kehadiran Polisi
Medan, Putrabhayangkara
Satgas Tindak Operasi Pekat Toba 2025, Polda Sumut intensif melakukan patroli cipta kondisi di wilayah hukum, Polrestabes Medan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan penindakan terhadap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Dalam patroli tersebut, tim gabungan yang terdiri dari 5 personel Ditreskrimum dan 5 personel Sabhara menggunakan 2 unit mobil dinas Team Tebas, Polda Sumut serta di lengkapi peralatan HT dan borgol.
Mereka menyisir sejumlah titik rawan, mulai dari kawasan Helvetia, Jalan Cemara, hingga Pajak Sukaramai Medan, selain berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan pedagang, tim juga menyampaikan himbauan kamtibmas dan membagikan nomor call center Team Tebas Jatanras Polda Sumut (0821-6254-3804) guna memudahkan masyarakat melaporkan gangguan keamanan.
Khusus di kawasan Pajak Sukaramai, petugas turut memberikan arahan kepada para juru parkir agar melengkapi dokumen pengenal dan tidak melakukan tindakan pemerasan serta respons masyarakat pun sangat positif, mereka menyambut kehadiran petugas dengan rasa senang dan merasa lebih aman.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Rabu (14/05/2025) mengatakan bahwa, kegiatan serupa di lakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Sumut yang selama pelaksanaan Operasi Pekat Toba 2025, yang telah berlangsung sejak 1 Mei 2025,“Polda Sumut dan seluruh jajaran berkomitmen guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, dalam hal Operasi Pekat Toba 2025 ini, kami tidak hanya melakukan penindakan terhadap aksi premanisme dan penyakit masyarakat lainnya, tetapi juga menggencarkan langkah-langkah preventif melalui patroli dialogis serta sambang ke lokasi-lokasi rawan,”jelas Kombes Pol Ferry Walintukan.
Kombes Pol Ferry Walintukan, lebih lanjut mengharapkan Operasi ini mampu menekan angka kejahatan jalanan, premanisme, serta menciptakan iklim sosial yang nyaman bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.
(Alexander/Medan)
