September 27, 2026

Muspika Ciasem Bersama Kades Gotong Royong Bersihkan Sampah Liar di Jalur Perbatasan Desa Dukuh Dan Ciasem Tengah

Subang -PutraBhayangkara,id Persoalan sampah liar yang menumpuk disepanjang jalan penghubung dua Desa yakni Desa Ciasem Tengah dengan Desa Dukuh akhirnya mendapat perhatian serius.

Camat Ciasem bersama Kapolsek juga Danramil 0506/Ciasem bersama jajaran pemerintah Desa Ciasem Tengah, Ciasem Hilir juga Desa Dukuh dan para siswa SMP dan SMA menggelar aksi gotong royong sebagai respons atas kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan rabu 07/05/2025.

Aksi yang berlangsung di ruas jalan strategis tersebut melibatkan puluhan pegawai dari kecamatan dan desa.

Mereka turun langsung mengumpulkan tumpukan sampah liar yang berserakan disisi jalan.

Menurut Camat Eza, inisiatif ini lahir dari kegelisahan atas situasi darurat kebersihan yang tak kunjung ditangani secara tuntas.

“Jadi Desa dengan Kecamatan karena apa yang menjadi perintah Gubernur kita harus menjaga kebersihan lingkungan soal daruratnya sampah, jadi ini kita inisiatif dengan mengerahkan sejumlah pegawai Kecamatan dan Desa untuk mengumpulkan sampah yang menggunakan kantong pelastik.

Nantinya akan kita angkut sampah nya melalui UPT DLH wilayah Pantura ungkapnya saat ditemui di lokasi kegiatan .

Eza menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan dilakukan secara berkelanjutan, Ia juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan rutin agar keberadaan sampah liar tak kembali menumpuk.

Tak hanya di Desa Ciasem Tengah juga Desa Dukuh monitoring akan diperluas ke seluruh desa di wilayah Kecamatan Ciasem.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya dengan aksi bersih-bersih, tetapi juga perlu dibarengi dengan pembangunan kesadaran warga.

Minimnya partisipasi dan rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi hambatan utama dalam menyelesaikan masalah sampah liar di wilayah tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Dukuh Ade Godam menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus contoh konkret agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di jalur penghubung Dua Desa tersebut.

“Ini dalam upaya memberikan contoh agar masyarakat yang melintasi jalan penghubung tersebut ini tidak lagi ada yang membuang sampah secara sembarangan,” tegas Ade Godam.

Kepala Desa Dukuh itu pun mengaku bahwa pemerintah desa kerap melakukan patroli dini hari hingga sore hari untuk mencari pelaku pembuang sampah sembarangan.

Meski belum berhasil menangkap pelaku secara langsung, Ade menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah persuasif.

“Saya ingin tahu siapa sih sebetulnya yang buang sampah disini.

Artinya jika kita tangkap basah pun, kita akan berikan pemahaman dan akan kita edukasi orang tersebut,” tambahnya.

Inisiatif pembersihan ini menjadi awal yang baik, namun jika tidak dibarengi dengan penindakan tegas dan sistem pengelolaan sampah yang terencana, maka permasalahan serupa dikhawatirkan akan terus berulang.

Keterlibatan aktif dari warga, disertai dukungan dari instansi terkait, sangat diperlukan agar jalan penghubung dua desa tersebut itu tidak kembali menjadi ‘tempat pembuangan liar’ yang merusak estetika dan kesehatan lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *