September 27, 2026

TSTH2 Humbang Hasundutan Jadi Sorotan Nasional, Luhut Pandjaitan: Industri Bibit Unggul Harus Dimulai dari Sini

Humbang Hasundutan, Selasa 15 April 2025

Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, kembali menjadi pusat perhatian nasional setelah dikunjungi langsung oleh Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama rombongan pejabat tinggi dari berbagai provinsi di Indonesia, Selasa (15/4).

Dalam kunjungan kerja tersebut, turut hadir Penjabat Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, serta perwakilan dari Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Hadir pula Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu dan Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Lumbantoruan.

Rombongan disambut hangat oleh Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., bersama Plt. Kapolres Humbahas Kompol Muslim Amin dan jajaran Forkopimda lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Oloan memaparkan berbagai potensi unggulan daerah, terutama di bidang pertanian dan pengembangan tanaman herbal.

“TSTH2 merupakan pusat riset dan pengembangan pertanian berbasis teknologi yang kami bangun untuk menjawab tantangan masa depan. Kami mengintegrasikan penelitian, pembibitan, dan pengolahan tanaman herbal secara ilmiah untuk mendukung kesehatan dan ketahanan pangan nasional,” ungkap Bupati Oloan dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar program strategis nasional seperti Food Estate dan Sekolah Rakyat dapat berkelanjutan di wilayah Humbang Hasundutan. Menurutnya, program-program tersebut merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi Presiden RI untuk membangun SDM unggul dan kemandirian pangan berbasis lokal.

Menanggapi hal itu, Ketua DEN RI Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa TSTH2 sudah dirancang sejak empat tahun lalu sebagai pusat industri bibit unggul nasional.
“Keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh ketersediaan bibit berkualitas. Kita tidak bisa mengandalkan cara lama. TSTH2 ini kita rancang untuk menjadi episentrum industri benih nasional berbasis riset ilmiah, kolaboratif, dan sesuai dengan karakteristik geografis Indonesia,” ujar Luhut.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku usaha. “Kita sedang membangun masa depan pertanian Indonesia di sini, dengan teknologi genomik, keterlibatan ahli terbaik, dan rancangan yang terukur. TSTH2 akan menjadi model untuk daerah lain,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini tidak hanya memperkuat sinergi antarwilayah, tetapi juga membuka peluang investasi dan kolaborasi riset yang lebih luas dalam pengembangan sektor pertanian dan pendidikan vokasi di kawasan Sumatera Utara.

Diterbitkan oleh: Media Putra Bhayangkara
Reporter: Frish H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *