40 Masyarakat Tergusur Batang Nanggang Abahan Sano Bentrok Fisik Di Lahan Sawit Dengan Oknum Anak Nagari
Nagari Bawan, putrabhayangkara.id.
40 masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarkat tergusur, Batang Nanggang Abahan Sano,Jorong Anak Aik Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat, pada Senin 2/3/2026, berbondong- bondong dengan mengendarai motor mendatangi lokasi lahan sawit miliknya di Batang Nanggang Abahan sano guna melihat dari dekat sawit yang di rambah dan ditanamnya sejak beberapa tahun yang lalu.
Setelah tiba di pintu gerbang pintu masuk lahan sawit yang kini dikuasai ninik mamak Basa Nan Barampek Nagari Bawan, langsung di halangi oleh beberapa kendaraan roda dua dan di jaga ketat oleh orang- orang yang mengaku pemilik lahan sawit, dan terjadilah perang mulut berujung pada bentrok fisik kedua belah pihak, namun dengan cepat bisa diatasi.
Tidak puas dengan perlakuan itu, kelompok masyarakat tergusur yang dirinya merasa memiliki lahan dari turun temurun,akhirnya mencari jalan pintas menuju lokasi lahan sawit dan sampai ditempat.beberapa masyarakat, menunjukkan beberapa titik lahan yang telah digarap dan ditanamnya sejak kecil bahkan kelas 3 SD, Esi telah tinggal di lokasi ini hingga telah membuahkan hasil.Namun anehnya, kata Esi, kok ada orang yang mengaku miliknya.” Terus terang, sampai detik ini, saya belum sepeserpun menikmati hasil dari panen buah sawit,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Sementara itu, salah satu masyarakat tergusur yang tak ingin disebut namanya, mengaku jujur bahwa dirinya pernah bekerja dilahan plasma ini sebagai pemanen selana hampir 1,5 tahun, dan tahu betul berapa hasil sekali panen dari buah sawit ini. ” Ya, terkadang laporan ke atasnya kurang pas.Mungkin ada juga buah sawit yang tak berbuah lagi,makanya hasil pun berkurang,” jelasnya.
Ketua Umum kelompok masyarakat tergusur, Muhammad Wardi panggilan MHD yang didampingi ketua LSM Tamperak Agam, yang juga tokoh masyarakat Bawan, Rustian dan puluhan masyarakat dilokasi lahan plasma dihadapan oknum anak nagari Bawan yang menghalanginya masuk lahan sawit, menerangkan bahwa lahan sawit yang kini di panen oleh Ninik Mamak, bukanlah milik ninik mamak, tapi milik 72 masyarakat tergusur. Untuk itu, kami akan kembali mengambilnya. Ada 142 hektar lahan sawit yang dijadikan plasma yang dikuasai ninik mamak hampir dua bulan. Untuk satu kali panen ditaksir mencapai 15 ton.
Selang beberapa silang pendapat di lokasi lahan sawit, plasma tiba- tiba datang beberapa orang utusan dari Nagari dan nampak hadir Wali Nagari Bawan, Sekretaris Nagari dan pemuka masyarakat. Dalam argumen dua kelompok itu saling mengklaim itu lahan sawit miliknya dan ada juga mengajak untuk kebenaran persoalan ini kita bertemu di pengadilan.
Ketika dialog tidak menemui solusi, tokoh masyarakat Bawan yang juga Ketua LSM Tamperak Agam, Rustian memberikan pandangan pada kelompok yang mengaku anak nagari Bawan, tiba- tiba, Rustian dihampiri dan didorong terjatuh dua kali oleh oknum anak nagari tersebut, hampir masuk banda air keruh. Namun peristiwa itu cepat dapat dilerai. Tidak hanya sampai disitu saja, tapi oknum anak Nagari itu juga langsung mengusir Wartawan yang sedang meliput dengan bahasa kamu pergi ke seberang sana.
Peninjauan plasma yang dikuasai ninik mamak sudah 2 bulan tersebut, kata Rustian yang merupakan pendamping dari 72 masyarakat tergusur dan pemilik lahan sawit ini, kita harus berani mengatakan yang benar itu benar dan jangan sesekali takut, karena kebenaran akan bersama kita juga tuhan Allah SWT akan melindungi umatnya yang sedang tertindas.
Perlu di ketahui, katanya lagi, sebelum dibuka lahan sawit, daerah ini sudah dulu ada penduduknya dan menjadi perkampungan. Disini ada kuburan tua, heller dan SD serta masjid. Artinya, masyarakat lokal inilah yang berhak mempunyai lahan.
Dari pantauan wartawan, untuk menjaga hal- hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak, diterjunkan 8 personil Kepolisian dari Polsek Ampek Nagari.
Dan sampai berita ini diturunkan belum dapat konfirmasi dari ninik mamak yang bersangkutan.( Leo. ).
