November 5, 2026

RSUD Tarutung Berhasil Pasang Dua Ring Jantung, Kemenkes Apresiasi Layanan Perdana

IMG-20261105-WA0033

 

TAPANULI UTARA – Putrabhayangkara.id Kamis 05 November 2026.

RSUD Tarutung berhasil melaksanakan tindakan intervensi kardiovaskular non-bedah berupa pemasangan dua ring jantung (stent) untuk pertama kalinya, Kamis (5/11/2026). Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan kesehatan jantung di Kabupaten Tapanuli Utara.

Tindakan tersebut dilakukan terhadap seorang pasien berusia 58 tahun bermarga Hutasoit, warga asal Jakarta yang sedang berkunjung ke Tapanuli Utara dan mengalami serangan jantung.

Tim medis RSUD Tarutung bersama dokter spesialis dari RSUP H. Adam Malik Medan menangani pasien melalui fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab). Prosedur pemasangan dua stent berlangsung lancar dengan pendampingan tim medis dalam program proctoring atau peningkatan kompetensi layanan rujukan kardiovaskular.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. Turut hadir Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian Marpaung, dan Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, Sp.PD-KKV, bersama rombongan.

Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, serta RSUP H. Adam Malik atas dukungan dan kolaborasi dalam pengembangan pelayanan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan tindakan perdana ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penanganan penyakit jantung lebih dekat tanpa harus selalu menjalani rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

Ia juga mengajak masyarakat Tapanuli Utara memanfaatkan fasilitas kesehatan RSUD Tarutung dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan rekomendasi medis.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, dr. Obrin Parulian Marpaung, mengapresiasi kesiapan RSUD Tarutung dalam mengoptimalkan fasilitas dan peralatan medis yang telah tersedia.

Ia menjelaskan, pengembangan layanan kateterisasi jantung merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses penanganan penyakit jantung di kabupaten dan kota.

Menurut Obrin, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Karena itu, kecepatan penanganan dan ketersediaan fasilitas medis menjadi faktor penting dalam pelayanan pasien.

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menambahkan bahwa pendampingan timnya merupakan bagian dari supervisi dan penguatan kemampuan tenaga medis RSUD Tarutung.

Bupati juga mengarahkan agar RSUD Tarutung dapat menjadi salah satu tujuan rujukan pasien jantung non-bedah dari rumah sakit tipe C di wilayah sekitar, sepanjang memenuhi persyaratan medis, kapasitas layanan, dan ketentuan rujukan.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal penguatan layanan kardiovaskular di Tapanuli Utara, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan mutu pelayanan rumah sakit daerah.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *