November 5, 2026

Bupati JTP Hutabarat Sambut Konas Perempuan Gereja PGI 2026, Dorong Perempuan Jadi Agen Transformasi

IMG-20261104-WA0021

TAPANULI UTARA – Putrabhayangkara.id Rabu 04 November 2026.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menyambut baik pelaksanaan Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja Tahun 2026 yang mempertemukan sekitar 150 peserta dari berbagai wilayah Indonesia di Auditorium Seminarium HKBP Sipoholon, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan nasional yang berlangsung pada 4–6 November 2026 tersebut melibatkan perwakilan 39 sinode anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), PGIW, serta lembaga mitra.

Pembukaan kegiatan dihadiri secara langsung maupun daring oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, perwakilan pimpinan PGI, pimpinan sinode gereja, Ketua Umum Panitia Dra. Sandra Hutabarat br Sidabutar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para peserta dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Utara sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung kegiatan positif yang memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berkeadilan, dan memiliki kepedulian sosial.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tentu tidak bisa terpisahkan dari elemen gereja dan masyarakat. Kami selalu berusaha hadir dalam setiap kegiatan yang membawa kebaikan bagi daerah dan bangsa. Kehadiran para ibu dan perempuan hebat dari seluruh Indonesia di Tapanuli Utara ini membawa berkat tersendiri bagi daerah kami,” ujar Jonius.

Bupati juga menyoroti pentingnya peran perempuan gereja dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk dinamika sosial dan polikrisis global.

Menurutnya, perempuan tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga dapat menjadi penggerak solidaritas, pembentuk karakter generasi muda, serta pelopor perubahan di tengah masyarakat.

“Perempuan adalah fondasi utama dalam keluarga yang mampu membentuk karakter anak-anak melalui pendidikan moral dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, perempuan gereja harus tampil sebagai agen transformasi yang membawa terang, keadilan, dan kebenaran,” tambahnya.

Selain menyambut peserta, Jonius turut memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya Tapanuli Utara. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal keindahan alam dan budaya lokal selama berada di daerah itu.

Konas Perempuan Gereja 2026 mengusung tema “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran” (Efesus 5:8b–9), dengan subtema “Perempuan Gereja di Tengah Polikrisis: Menjadi Agen, Menggerakkan Solidaritas dan Transformasi”.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap forum nasional tersebut menghasilkan rumusan dan langkah strategis yang konkret, sekaligus memperkuat kerja sama lintas gereja dan pemerintah dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

Frish. H. Silaban
Putra Bhayangkara ID – Biro Tapanuli Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *