15 Ranting Tiara Kusuma Dilantik, Penguatan Ekonomi Perempuan Jadi Perhatian di Taput
TAPANULI UTARA — Jumat 18 September 2026. Putrabhayangkara.id
Penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha kecantikan menjadi salah satu perhatian dalam seminar dan pelantikan 15 Dewan Pimpinan Ranting (DPR) Tiara Kusuma atau Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Indonesia se-Kabupaten Tapanuli Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung, Jumat (18/9/2026), tersebut mengusung tema “Bersama Tiara Kusuma Memajukan Dunia Kecantikan Indonesia.” Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara sekaligus Ketua Pembina Ranting Tiara Kusuma, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelantikan 15 ranting menjadi momentum memperkuat keberadaan organisasi Tiara Kusuma hingga tingkat kecamatan. Namun, penguatan struktur organisasi tersebut juga diharapkan berlanjut pada peningkatan keterampilan, pengetahuan dan daya saing para pelaku usaha kecantikan.
Kegiatan dihadiri Ketua DPD Tiara Kusuma Provinsi Sumatera Utara Bunda Sri Husnayati Zebua, S.Fil., para pembina ranting Tiara Kusuma se-Kabupaten Tapanuli Utara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Dekranasda Tapanuli Utara, DPC Tiara Kusuma dari sejumlah daerah, DPD Tiara Kusuma, pimpinan LPK/LKP, Sentra Penjahit Tapanuli Utara, pekerja sentra, serta peserta perempuan dari berbagai wilayah.
Narasumber Roida Uli Silitonga turut memberikan materi dalam seminar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Acara diawali ibadah singkat yang dibawakan Pdt. Rudy Simon Pardede, S.Th., dengan renungan berdasarkan Firman Tuhan dari 1 Petrus 3:3-5. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan dan penyematan pin kepada pengurus 15 DPR Tiara Kusuma.
Dalam sambutannya, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat berharap keberadaan Tiara Kusuma di 15 kecamatan semakin solid dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perempuan dan anak-anak.
Menurutnya, pengusaha salon dan pelaku usaha kecantikan memiliki posisi yang cukup dekat dengan masyarakat. Selain menyediakan jasa kecantikan, mereka juga dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Mari kita berkolaborasi dengan pemerintah untuk bersama-sama menjalankan organisasi ini sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi Tapanuli Utara,” ujar Ny. Neny Angelina.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap seluruh pengurus dan anggota Tiara Kusuma. Peningkatan keterampilan serta pengetahuan dinilai diperlukan agar para pelaku usaha kecantikan mampu mengembangkan usahanya dan menghadapi persaingan dengan pelaku usaha dari daerah lain.
Dorongan tersebut menjadi relevan karena dunia usaha kecantikan terus berkembang dan membutuhkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga pengelolaan usaha, pelayanan konsumen, kreativitas dan kemampuan mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.
Karena itu, keberadaan ranting di 15 kecamatan diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi sekaligus ruang pembinaan bagi perempuan yang bergerak di sektor kecantikan.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta berbagai unsur masyarakat juga diharapkan dapat membuka ruang peningkatan kapasitas anggota. Bentuknya dapat diarahkan pada pengembangan keterampilan, pengetahuan usaha, profesionalisme dan penguatan jaringan.
Bagi Tiara Kusuma, pelantikan tersebut bukan sekadar pembentukan struktur organisasi. Keberadaan pengurus di tingkat kecamatan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi sekaligus mendekatkan pembinaan kepada para pelaku usaha.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana struktur yang telah terbentuk tersebut dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi anggota. Pembinaan yang konsisten, peningkatan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor menjadi sejumlah aspek yang dapat menentukan keberlanjutan program organisasi.
Dengan terbentuknya 15 Dewan Pimpinan Ranting Tiara Kusuma di Tapanuli Utara, penguatan perempuan pelaku usaha kecantikan diharapkan tidak berhenti pada seremoni pelantikan.
Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jejaring usaha, membangun kolaborasi dan mendorong perempuan pelaku usaha kecantikan agar semakin profesional serta mampu mengembangkan usahanya di tengah persaingan ekonomi yang terus berubah.
Frish. H. Silaban
