Pemkab Taput Perkuat Pertanian Lewat Infrastruktur, Legalitas Poktan dan Riset Komoditas Unggulan
Tapanuli Utara – Jimat 11 September 2026. Putrabhayangkara.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat sektor pertanian melalui sejumlah program yang menyentuh kebutuhan petani dari sisi infrastruktur, kelembagaan, sarana produksi, pengembangan komoditas hingga riset. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
Langkah tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk kelompok tani, pemerintah kecamatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta instansi teknis terkait.
Dari sisi infrastruktur, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Kepala Dinas Pertanian Victor Siagian meninjau pembangunan akses jalan menuju Parlobuan, Desa Tapian Nauli II, Kecamatan Sipahutar.
Pembangunan akses tersebut diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar pengangkutan hasil pertanian. Infrastruktur jalan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas petani, terutama dalam membawa hasil panen dari lokasi produksi menuju tempat pengumpulan maupun pemasaran.
Penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui aspek kelembagaan. Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Siborongborong, sebanyak 25 kelompok tani dari Kecamatan Pagaran, Siborongborong dan Muara melakukan penandatanganan akta notaris.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan kelompok tani melalui aspek administrasi dan legalitas. Dengan kelembagaan yang lebih tertata, kelompok tani diharapkan memiliki posisi yang lebih kuat dalam mengakses berbagai program kemitraan maupun dukungan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada saat yang sama, Pemkab Taput juga memberikan dukungan terhadap pengembangan komoditas kopi melalui penyaluran 150 ribu batang bibit kopi ABT kepada 24 kelompok tani di Kecamatan Sipahutar dan Pangaribuan.
Penyaluran bibit tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan tanaman kopi dan meningkatkan potensi produksi petani. Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa penyaluran akan dilanjutkan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.
Selain dukungan fisik dan sarana produksi, pengembangan pertanian Taput juga diarahkan pada pendekatan berbasis penelitian. Pemkab Tapanuli Utara menggandeng Tim BRIN untuk mengidentifikasi dan mengkaji potensi sejumlah tanaman hortikultura di Kecamatan Muara.
Kajian tersebut mencakup pengembangan komoditas sereh wangi di Desa Hutaginjang, penetapan pohon induk alpukat unggulan di Desa Simatupang, serta proses sertifikasi pohon induk durian khas Tapanuli Utara di Desa Batu Binumbun bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Hortikultura Provinsi Sumatera Utara.
Di sektor ketahanan pangan, Pemkab Taput juga menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Kawasan Pertanian Terpadu untuk mendukung gerakan tanam jagung.
Persiapan tersebut dilakukan dengan pendekatan kolaboratif melalui keterlibatan petani milenial, produsen benih nasional serta jajaran pemerintah kecamatan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya Pemkab Tapanuli Utara mengembangkan pertanian melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Infrastruktur menjadi pendukung akses produksi, kelembagaan diperkuat melalui legalitas, bibit diberikan untuk mendukung pengembangan komoditas, sementara riset diarahkan untuk mengidentifikasi potensi tanaman unggulan daerah.
Pemerintah daerah berharap integrasi berbagai program tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lokal berbasis data dan penelitian.
Dengan dukungan infrastruktur, kelembagaan petani, sarana produksi, inovasi serta riset, pengembangan sektor pertanian di Tapanuli Utara diharapkan semakin terarah dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Frish. H. Silaban
