September 8, 2026

Kemenimipas Salurkan Bantuan Korban Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Rutan Ruteng

IMG-20260904-WA0004

 

MANGGARAI, NTT – Jumat 04 September 2026. Putrabhayangkara.id

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus meninjau kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi yang hadir mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Kemenimipas terhadap masyarakat dan jajaran yang terdampak bencana. Bantuan yang diberikan merupakan hasil donasi jajaran Kemenimipas dan diperuntukkan bagi masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Kelas IIB Ruteng, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.

Bantuan yang disalurkan terdiri atas 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan dan multivitamin.

Dukungan juga diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenimipas serta Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).

Dirjenpas Mashudi mengatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi.

“Kami ingin memastikan jajaran, Warga Binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Mashudi.

Rutan Ruteng Rusak Akibat Gempa

Selain menyalurkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTT meninjau kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng yang terdampak gempa pada 15 Agustus 2026.

Gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan Rutan Ruteng. Sebelumnya, Ditjenpas telah menurunkan tim untuk melakukan asistensi dan penilaian tingkat kerusakan.

Dari hasil penilaian awal, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat dan memerlukan penanganan lebih lanjut, termasuk pembangunan kembali pada bagian tertentu.

Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan penanganan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Mashudi meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan (SSPP) segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng.

Meski terdampak bencana, pemenuhan hak-hak WBP tetap menjadi perhatian. Mashudi memastikan pelayanan kepada Warga Binaan tetap berjalan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemberian remisi bagi WBP yang memenuhi persyaratan juga diupayakan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kanwil Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengatakan jajarannya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan kondisi Rutan Ruteng sekaligus memastikan tugas dan fungsi pemasyarakatan tetap berjalan.

“Kondisi Rutan Ruteng membutuhkan dukungan dan tindak lanjut, terutama pada bagian bangunan yang terdampak gempa. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera dilakukan,” kata Decky.

Peninjauan Lahan Kemenimipas

Pada hari yang sama, Mashudi turut meninjau lahan Kemenimipas di Labuan Bajo dengan luas sekitar 3,3 hektare.

Lahan tersebut telah dialihkan kepada Kemenimipas dan saat ini masih dalam proses penyesuaian administrasi serta status pertanahan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada Kemenimipas.

Mashudi meminta proses administrasi aset tersebut terus dikawal hingga tuntas sesuai ketentuan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenimipas memastikan masyarakat, pegawai, Warga Binaan, serta keluarga yang terdampak gempa Flores tetap memperoleh perhatian dan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.

Informasi mengenai kegiatan Kemenimipas tersebut diterima dan disampaikan kepada media eksternal pada Jumat (4/9/2026) melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan, Djian Fadilla, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Kelas IIB Balige, Leo Frans Sihaloho, S.Tr.Pas., M.H.

Jonaer Silaban.S.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *