September 9, 2026

Ketua IKT Nabire Imbau Massa Tak Terprovokasi, Minta Sidang CKC Berjalan Tertib

IMG-20260831-WA0034

NABIRE, Putrabhayangkara.id – Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., mengimbau seluruh keluarga korban, masyarakat, dan massa yang hadir dalam pengawalan sidang perkara CKC di Nabire agar tidak mudah terprovokasi dan tetap mematuhi aturan selama proses persidangan berlangsung.

Imbauan tersebut disampaikan Yulianus pada Senin (31/8/2026), menjelang proses persidangan yang menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Yulianus meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan saling menghormati, sehingga jalannya persidangan dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan ada yang diprovokasi. Kalau kita tidak mau mengikuti aturan, sidang ini bisa tertunda. Kita sudah sampaikan dari hari ke hari, dari jam ke jam, supaya kita saling menghargai,” tegas Yulianus.

Menurutnya, ketertiban selama persidangan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru dapat mengganggu jalannya persidangan maupun merugikan kepentingan keluarga korban sendiri.

Ia juga meminta masyarakat menunjukkan sikap disiplin dan bermoral baik, terutama karena proses hukum tersebut sedang menjadi perhatian publik.

“Kalau kita punya moral yang bagus, mari kita tunjukkan. Kita dianggap sebagai masyarakat yang punya moral dan disiplin. Perlihatkan itu di sini,” ujarnya.

Yulianus mengatakan, seluruh pihak tentu menginginkan agar proses persidangan berjalan lancar sehingga putusan dapat segera diberikan sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku.

Namun, kata dia, apabila terjadi keributan atau tindakan yang melanggar tata tertib, hal tersebut justru berpotensi membuat proses persidangan tertunda.

“Kita harapkan supaya putusan ini dapat berjalan sesuai dengan undang-undang dan aturan, supaya kita puas. Tapi kalau kita tidak tertib, saya yakin putusan itu akan menjadi persoalan bagi kita dan bisa saja tidak selesai tepat waktu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yulianus juga meminta kepada pihak-pihak yang berupaya memprovokasi massa untuk menghentikan tindakan tersebut.

Ia bahkan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah hukum apabila ditemukan tindakan provokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Bagi Bapak-Ibu yang mau memprovokasi, tolong jangan. Kalau ada yang memprovokasi dan ada dampak negatif, saya serahkan kepada Pak Kapolres untuk mengambil tindakan hukum,” tegasnya.

Yulianus juga mengajak seluruh keluarga dan masyarakat untuk tetap mengedepankan hati nurani serta menahan emosi selama proses hukum berlangsung.

Ia mengaku turut merasakan kesedihan dan beban yang dialami keluarga korban sejak awal perkara tersebut bergulir.

“Saya ini tidak tidur. Mungkin Bapak-Ibu berpikir saya enak-enak, tetapi saya lebih susah daripada Bapak-Ibu. Dari malam pertama saya menangis sampai masuk di sini saya menangis,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada proses hukum untuk berjalan secara tertib hingga menghasilkan keputusan.

“Mari kita sama-sama mengikuti dengan hati nurani yang baik. Walaupun kita sakit, bukan hanya Bapak-Ibu yang sakit, saya juga paling sakit,” tuturnya.

Yulianus berharap masyarakat dapat mematuhi arahan aparat keamanan dan tata tertib persidangan. Dengan demikian, proses persidangan dapat berlangsung lancar dan keputusan pengadilan dapat diperoleh sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *