Warga Batu Ampar Desak Aparat Perketat Pemberantasan Narkoba, Minta Razia dan Penyuluhan ke Sekolah
KUBU RAYA — Peredaran narkoba di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi perhatian serius masyarakat. Warga meminta aparat penegak hukum memperkuat upaya pemberantasan narkoba, termasuk melakukan razia dan meningkatkan penyuluhan kepada generasi muda.jumat,(14/8)
Haikal, warga Kecamatan Batu Ampar, mengatakan persoalan narkoba tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya dapat merusak masa depan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Menurut Haikal, informasi mengenai dugaan keterlibatan anak usia sekolah dalam penyalahgunaan narkoba sebelumnya juga pernah mencuat melalui pemberitaan. Ia menyebut, sekitar tiga bulan lalu terdapat informasi mengenai anak SD dan SMP yang diduga menggunakan narkoba di wilayah tersebut.
“Kalau kita lihat dari pemberitaan, beberapa waktu lalu ada informasi anak SD dan SMP menggunakan narkoba. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Haikal.
Ia juga menyinggung adanya penangkapan seseorang yang disebut berinisial atau bernama Koko. Berdasarkan keterangan yang diketahuinya, narkoba tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan peredaran di wilayah Kecamatan Batu Ampar.
Namun demikian, Haikal menegaskan dirinya tidak ingin menuduh pihak tertentu tanpa adanya kepastian hukum. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut.
“Saya tidak perlu menyebut siapa-siapa. Yang jelas aparat penegak hukum tahu. Penangkapan memang ada, tetapi kami berharap jangan berhenti pada pelaku yang tertangkap saja. Kalau ada jaringan atau pemasoknya, harus diungkap,” tegasnya.
Haikal mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak kepolisian terkait persoalan tersebut. Ia menyayangkan apabila terdapat informasi mengenai rencana penindakan yang diduga bocor sebelum aparat turun ke lapangan.
“Pernah saya telepon Kasat Narkoba Kubu Raya. Saya sampaikan masalah ini. Katanya kadang-kadang ketika mau turun sudah ada informasi yang bocor. Kalau memang benar seperti itu, ini harus menjadi evaluasi,” katanya.
Ia juga mengaku pernah memperoleh informasi mengenai keterbatasan anggaran ketika berkomunikasi dengan pihak terkait pemberantasan narkoba. Menurutnya, keterbatasan tersebut jangan sampai menjadi alasan lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkoba di wilayah kecamatan.
Karena itu, Haikal meminta Polres Kubu Raya bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan di Batu Ampar. Salah satunya dengan melakukan razia secara berkala di titik-titik yang dianggap rawan.
“Harapan saya sebagai masyarakat Batu Ampar, persoalan narkoba ini benar-benar ditindaklanjuti. Kalau perlu diadakan razia dan pengawasan yang lebih ketat. Narkoba ini sangat merusak masyarakat,” ujarnya.
Selain penindakan hukum, Haikal juga meminta pemerintah dan aparat terkait memperbanyak program edukasi tentang bahaya narkoba kepada pelajar.
Menurutnya, penyuluhan perlu dilakukan sejak tingkat SD, SMP hingga SMA agar anak-anak memahami dampak buruk narkoba serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan jika menemukan adanya peredaran narkoba di lingkungan mereka.
“Harapan saya juga ada penyuluhan kepada anak-anak SD, SMP dan SMA tentang bahaya narkoba. Jangan sampai mereka menjadi korban karena tidak mengetahui bahayanya,” tuturnya.
Haikal juga mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana pola pengiriman narkoba hingga masuk ke wilayah Batu Ampar. Namun, berdasarkan informasi yang diketahuinya, sebagian barang diduga berasal dari wilayah Pontianak dan kemudian dikirim menuju Batu Ampar menggunakan sarana transportasi tertentu.
“Kita belum tahu persis bagaimana masuknya dan menggunakan kendaraan apa. Itu yang seharusnya menjadi tugas aparat untuk mengungkap jalurnya,” katanya.
Ia berharap aparat tidak hanya melakukan penangkapan terhadap pengguna atau kurir, tetapi juga menelusuri asal barang, jaringan pemasok, hingga pihak yang diduga menjadi pengendali peredaran.
“Kalau hanya ditangkap yang di bawah, masalahnya tidak akan selesai. Harus dicari siapa pemasoknya dan bagaimana barang itu bisa sampai ke Batu Ampar,” pungkas Haikal.
Masyarakat Batu Ampar berharap langkah pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara konsisten, transparan dan berkelanjutan, sehingga wilayah tersebut tidak menjadi tempat berkembangnya jaringan peredaran narkotika serta generasi muda dapat terlindungi dari bahaya narkoba.(Sabirin)
