September 26, 2026

Polres Nabire Kedepankan Pembinaan Terhadap 8 Pelajar Terkait Atribut Bintang Kejora

IMG-20260727-WA0021

Nabire, Putrabhayangkara.id – Papua Tengah – Polres Nabire mengedepankan langkah pembinaan dalam menangani delapan pelajar yang diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam pengibaran atribut Bendera Bintang Kejora di kawasan Waroki, Kabupaten Nabire. Setelah menjalani pemeriksaan dan pendalaman, kedelapan pelajar tersebut dikembalikan kepada orang tua masing-masing dengan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Wakapolres Nabire, Kompol Dr. Piter Kendek, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Nabire, Senin (27/7/2026), didampingi Kepala SMA YPK Tabernakel, Drs. Suardiman Dayadi, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa penanganan terhadap para pelajar dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan pembinaan.

Kasus tersebut berawal pada Sabtu (25/7/2026) saat sekelompok pelajar dan pemuda berkumpul di kawasan Waroki. Ketika melakukan pemeriksaan, petugas menemukan adanya atribut Bendera Bintang Kejora yang diduga dibawa oleh sebagian kecil peserta kegiatan. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa dua lembar Bendera Bintang Kejora, satu kampak, satu pisau, serta barang lain yang berkaitan dengan proses penyelidikan.

Dalam penanganan awal, aparat mengamankan sekitar 64 pelajar dan pemuda untuk dimintai keterangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar pelajar diketahui tidak mengetahui keberadaan atribut tersebut maupun tujuan dari kegiatan yang berlangsung. Mereka kemudian dipulangkan setelah pihak sekolah dan orang tua hadir.

Sementara itu, delapan pelajar menjalani pemeriksaan lanjutan karena diduga memiliki keterkaitan dengan barang bukti yang ditemukan. Setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap peran dan keterlibatan masing-masing, Polres Nabire mengambil langkah pembinaan dengan mengembalikan mereka kepada keluarga.

“Hari ini mereka kembali ke Mapolres Nabire untuk membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen agar tidak mengulangi perbuatan serupa,” ujar Kompol Piter Kendek.

Wakapolres Nabire menegaskan bahwa pembinaan terhadap generasi muda membutuhkan dukungan bersama antara kepolisian, keluarga, dan pihak sekolah. Ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam membimbing anak-anak agar tidak mudah terpengaruh oleh kegiatan yang dapat merugikan masa depan mereka,” tutup Kompol Piter Kendek.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *