September 26, 2026

Pelaksana Teknis P3-TGAI Cicinde Utara Beri Klarifikasi Terkait Volume Pekerjaan dan Isu Dugaan Pemotongan Anggaran

IMG-20260717-WA0010

 

Putrabhayangkara id// Karawang – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya menjadi sorotan publik terkait informasi volume pekerjaan serta isu dugaan pemotongan anggaran, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pelaksana teknis kegiatan di lapangan, Jumat (17/07/2026).

Taman, selaku pelaksana teknis P3-TGAI Desa Cicinde Utara, menyampaikan klarifikasi mengenai sejumlah informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi yang sedang dilaksanakan memiliki volume dan spesifikasi teknis yang jelas serta mengacu pada ketentuan program P3-TGAI yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.

Menurutnya, pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi tersebut memiliki panjang sekitar 436 meter dengan tinggi bangunan 70 sentimeter dan lebar 30 sentimeter. Seluruh tahapan pekerjaan, lanjutnya, dilaksanakan berdasarkan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya dan menjadi pedoman pelaksanaan di lapangan.

“Volume pekerjaan yang dilaksanakan panjangnya sekitar 436 meter, tinggi 70 sentimeter, dan lebar 30 sentimeter. Semua pekerjaan mengacu pada spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan dalam program,” ujar Taman.

Ia menjelaskan bahwa Program P3-TGAI pada prinsipnya mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat.

Selain bertujuan meningkatkan fungsi dan kualitas jaringan irigasi, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.

Lebih lanjut, Taman turut menanggapi isu yang berkembang mengenai dugaan adanya pemotongan sebesar 20 persen dari pagu anggaran program. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kalau terkait isu adanya potongan 20 persen dari pagu anggaran, itu tidak benar. Tidak ada pemotongan seperti yang dituduhkan. Anggaran digunakan sesuai ketentuan dan kebutuhan pelaksanaan program,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat setelah muncul pemberitaan yang mempertanyakan transparansi informasi proyek, khususnya terkait tidak dicantumkannya rincian volume pekerjaan pada papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi proyek.

Sebagaimana diketahui, proyek P3-TGAI di Desa Cicinde Utara sempat menjadi perhatian sejumlah pihak setelah muncul dugaan bahwa tidak dicantumkannya volume pekerjaan pada papan informasi proyek berkaitan dengan isu pemotongan anggaran. Dugaan tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat yang menginginkan adanya penjelasan lebih rinci mengenai pelaksanaan program.

Menanggapi hal tersebut, Taman selaku pihak pelaksana teknis menegaskan bahwa seluruh data teknis pekerjaan tersedia dan dapat dijelaskan kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi. Mereka juga menyatakan terbuka terhadap pengawasan dari masyarakat maupun instansi terkait sebagai bagian dari upaya mewujudkan transparansi pelaksanaan kegiatan yang dibiayai negara.

“Kami selaku Kelompok Tani penerima manfaat program P3-TGAI desa Cicinde Utara, berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan Kami juga terbuka terhadap pengawasan serta masukan dari masyarakat,”ungkapnya.

Mereka juga berharap program yang sedang berjalan dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi air ke area persawahan.

Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan, merehabilitasi, dan memperbaiki jaringan irigasi tersier melalui pendekatan partisipatif masyarakat.

Melalui program tersebut, kelompok petani diberikan peran aktif mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur irigasi yang dibangun.

Keberadaan saluran irigasi yang berfungsi dengan baik dinilai sangat penting bagi keberlangsungan sektor pertanian di wilayah Banyusari yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan jaringan irigasi yang lebih optimal, distribusi air ke lahan persawahan dapat berjalan lebih lancar dan mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian.

Berkaitan dengan sejumlah pertanyaan yang sebelumnya berkembang di tengah masyarakat, mengenai volume pekerjaan, dan biaya administrasi, maupun isu dugaan adanya pemotongan dari pagu anggaran 20 % untuk pengembalian dana yang disebut-sebut bekas proses pemenuhan persyaratan program,
Taman mengatakan,”itu tidak benar”.

Ia berharap klarifikasi yang telah disampaikannya dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada publik.

“Semoga klarifikasi yang disampaikan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai pelaksanaan Program P3-TGAI di Desa Cicinde Utara, sehingga informasi yang berkembang dapat disikapi secara objektif dan berdasarkan fakta di lapangan,” pungkasnya.

Dengan adanya penjelasan dari pelaksana teknis tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih jelas dan komprehensif mengenai volume pekerjaan, pelaksanaan kegiatan, serta penggunaan anggaran dalam Program P3-TGAI yang saat ini tengah berjalan di Desa Cicinde Utara. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *