Yasop dan Himaboni Resmikan Kursus Bahasa Jerman Gratis di Balige, Buka Jalan Generasi Muda Toba Menuju Karier Internasional
TOBA – Rabu 14 Juli 2026
putrabhayangkara.id
Komitmen membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Toba melalui pendidikan kembali diwujudkan. Yayasan Soposurung (Yasop) bersama Himpunan Masyarakat Bona Ni Pasogit Indonesia di Jerman (Himaboni e.V.) resmi membuka Kursus Bahasa Jerman Gratis di Balige, Selasa (14/7/2026),informasi disampaikan Dinas kominfo Toba pada 15/02/2026.
Sebagai langkah strategis mempersiapkan generasi muda menghadapi peluang pendidikan dan dunia kerja di tingkat global.
Sebanyak 60 peserta angkatan pertama telah mengikuti proses pembelajaran selama beberapa pekan sebelum peresmian yang berlangsung di Pesanggrahan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu mewakili Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, didampingi Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Samron Simanjuntak, Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Toba.
Diaspora Batak Bangun Kampung Halaman
Ketua Pembina Yasop, dr. Tota Manurung, mengatakan lahirnya program tersebut merupakan bentuk kepedulian diaspora Batak Toba di Jerman yang tetap memegang teguh nilai budaya untuk tidak melupakan tanah kelahiran.
Menurutnya, Himaboni yang telah terdaftar secara resmi di Jerman menggandeng Yasop yang telah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menghadirkan pendidikan bahasa asing berkualitas tanpa membebani masyarakat.
“Tano Batak memiliki sumber daya manusia yang cerdas dan berpotensi bersaing di dunia internasional. Karena itu, kami ingin membuka jalan agar anak-anak muda memiliki kesempatan yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa gagasan pendirian kursus ini berasal dari Ketua Himaboni, Toga Panjaitan, yang selama ini berkarier sebagai konsultan migas di Jerman.
Dr. Tota menegaskan seluruh proses pembelajaran diberikan secara gratis, tanpa pungutan biaya kepada peserta.
Menurutnya, program tersebut berlandaskan tiga nilai utama, yakni sosial, budaya, dan keagamaan, sehingga orientasinya bukan mencari keuntungan, melainkan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan agar program tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak generasi muda.
Membalas Budi kepada Tanah Kelahiran
Ketua Himaboni, Toga Panjaitan, mengungkapkan program itu lahir dari pesan ayahnya yang sejak kecil selalu mengingatkan agar tidak pernah melupakan kampung halaman.
Kini menetap di Hamburg, Jerman, dan bekerja sebagai konsultan energi pada perusahaan asal Norwegia, Toga mengatakan keberhasilannya di luar negeri justru memperkuat keinginannya untuk memberikan kontribusi nyata bagi Tano Batak.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing merupakan pintu masuk menuju pendidikan internasional, pertukaran budaya, hingga kesempatan bekerja di berbagai negara.
Melalui Himaboni, organisasi diaspora Batak di Jerman yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan, pihaknya memperoleh peluang hibah pengembangan sumber daya manusia dan kemudian menggagas program kursus bahasa Jerman gratis di Balige.
Pemilihan Balige dilakukan karena daerah tersebut dinilai belum memiliki akses luas terhadap pendidikan bahasa Jerman yang terjangkau.
“Kalaupun ada kursus, biayanya cukup mahal sehingga tidak semua anak muda mampu mengikutinya. Karena itu kami ingin membuka kesempatan yang setara bagi mereka yang memiliki potensi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk pengabdian diaspora Batak kepada kampung halaman.
“Kami berharap bahasa menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda Toba dengan dunia internasional, baik melalui pendidikan maupun peluang karier global,” ujarnya.
Pemerintah Beri Apresiasi
Mewakili Bupati Toba, Sekretaris Daerah Paber Napitupulu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Yasop dan Himaboni dalam meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Toba.
Menurutnya, kehadiran kursus bahasa Jerman akan memperluas kesempatan generasi muda untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membuka peluang bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan. Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti pendidikan dengan penuh disiplin dan kesungguhan.
“Satu hal yang harus selalu dipegang adalah disiplin. Dengan disiplin, kesempatan yang ada dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.
Senada dengan itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Toba Samron Simanjuntak menilai program tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara diaspora dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan daya saing generasi muda daerah.
Dengan diresmikannya program ini, Balige kini memiliki akses pembelajaran bahasa Jerman gratis yang diharapkan menjadi batu loncatan lahirnya SDM Toba yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkuat kontribusi diaspora dalam pembangunan kampung halaman.
Penulis: Jonaer Silaban
