Bupati Taput Perkenalkan Program Tapasada Academy, Targetkan Wujudkan Satu Keluarga Satu Sarjana
TAPANULI UTARA – Rabu 01 Juli 2026. Putrabhayangkara.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkenalkan program Tapasada Academy sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi. Program yang digagas Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., itu mengusung visi “Satu Keluarga Satu Sarjana.”
Melalui pernyataan yang disampaikan kepada publik, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM yang dinilai menjadi fondasi utama kemajuan Tapanuli Utara.
Menurutnya, Tapasada Academy dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Tapanuli Utara sekaligus mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Selain memperoleh pendidikan di perguruan tinggi, peserta program disebut akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan magang, mentoring, kuliah umum, hingga praktik lapangan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan sejumlah mitra.
Bupati juga menyampaikan bahwa peserta program direncanakan memperoleh fasilitas pembebasan biaya pendaftaran dan uang kuliah selama maksimal delapan semester atau empat tahun. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyatakan akan bekerja sama dengan IAKN Tarutung, Universitas Tapanuli Utara (UNITA), UCLA, dan Universitas Terbuka sebagai mitra penyelenggara pendidikan.
Pada tahap awal, program Tapasada Academy ditargetkan menjangkau 100 mahasiswa dengan dukungan anggaran sekitar Rp500 juta. Pemerintah daerah menyebut program tersebut sebagai langkah awal sebelum dikembangkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Selain meningkatkan kualitas SDM, pemerintah juga berharap mahasiswa tetap menempuh pendidikan di wilayah Tapanuli Utara sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor jasa, perdagangan, dan usaha kecil, dapat terus bergerak seiring meningkatnya jumlah mahasiswa di daerah.
Meski demikian, sejumlah aspek teknis pelaksanaan program masih menjadi perhatian publik, di antaranya mekanisme seleksi peserta, kriteria penerima manfaat, skema pembiayaan selama masa studi, serta keberlanjutan pendanaan program pada tahun-tahun berikutnya.
Kejelasan mengenai regulasi, sumber anggaran, dan mekanisme pelaksanaan dinilai akan menjadi faktor penting dalam memastikan program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan yang telah dicanangkan.
Program Tapasada Academy sendiri diharapkan menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai modal pembangunan daerah di masa mendatang.
Penulis: Frish. H. Silaban
