September 27, 2026

Binrohtal Polres Tolikara : Menguatkan Iman, Menyatukan Hati dalam Pengabdian

Compress_20260611_154454_4035

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB — Dalam upaya membentuk karakter personel yang berintegritas, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan, Polres Tolikara kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang diikuti oleh seluruh personel sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Kamis, (11/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah di dua lokasi berbeda, yakni Binrohtal Muslim di Masjid Baitul Muttaqin dan Binrohtal Nasrani (Kristen) di Aula Bhayangkari Polres Tolikara.

Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan begitu terasa sejak kegiatan dimulai. Personel Muslim tampak duduk bersila di Masjid Baitul Muttaqin, mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, serta doa bersama yang dipimpin oleh pembina rohani Ka SPKT IPDA Suwarni, S.E. Melalui kegiatan tersebut, para personel diajak untuk memperkuat keimanan dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Di waktu yang sama, personel Nasrani mengikuti ibadah dan pembinaan rohani di Aula Bhayangkari. Melalui pujian, doa, pembacaan firman Tuhan, dan renungan, para peserta diajak oleh pembina rohani Pdt. jhon pahabol untuk semakin menghayati makna pelayanan yang tulus, penuh kasih, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kegiatan Binrohtal menjadi wadah pembinaan spiritual yang penting bagi personel Polri. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk mental yang kuat, etika yang baik, serta karakter yang humanis dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. Hal ini sejalan dengan tujuan Binrohtal sebagai sarana pembinaan rohani dan mental untuk membangun personel Polri yang berintegritas, religius, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini, Polres Tolikara menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kokoh. Dengan hati yang bersih dan iman yang kuat, setiap personel diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih humanis, adil, serta membawa kedamaian bagi masyarakat.

“Perbedaan tempat ibadah bukanlah pemisah, melainkan wujud penghormatan terhadap keberagaman. Dalam doa yang dipanjatkan dari dua tempat yang berbeda, terselip satu harapan yang sama: menjadi insan Bhayangkara yang beriman, berintegritas, dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk masyarakat, bangsa, dan negara.”

Penulis : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *