Rutan Balige Panen Telur Burung Puyuh: Wujudkan Kemandirian Warga Binaan dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Balige, Kamis 16 Januari 2025
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, kembali menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rutan Balige sukses memanen ratusan butir telur burung puyuh hasil dari program budidaya burung puyuh yang mereka jalankan.
Bertempat di sarana peternakan burung puyuh Rutan Balige, Kepala Rutan David Nicolas bersama jajaran pejabat struktural, petugas pengamanan, dan para warga binaan turut serta dalam kegiatan panen tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dan nasional.
Program Kemandirian untuk Masa Depan WBP:
Karutan David Nicolas menjelaskan bahwa budidaya burung puyuh merupakan salah satu dari berbagai program pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan para WBP. Program ini bertujuan agar para warga binaan memiliki bekal keahlian yang berguna setelah menyelesaikan masa hukuman.
“Peternakan burung puyuh ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan pembinaan kemandirian kepada WBP. Selain meningkatkan keterampilan mereka, program ini secara langsung berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” ujar David Nicolas.
Mencetak Warga Binaan yang Produktif:
Melalui program ini, para WBP diajarkan secara langsung teknik budidaya burung puyuh, mulai dari perawatan hingga proses pemanenan. David Nicolas menambahkan bahwa program seperti ini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para WBP setelah mereka bebas, sehingga mereka dapat berkontribusi secara positif di masyarakat.
“Budidaya burung puyuh tidak hanya menghasilkan telur yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberi pemahaman kepada warga binaan tentang pentingnya produktivitas selama menjalani masa pembinaan,” lanjutnya.
Kontribusi terhadap Ketahanan Pangan Nasional:
Program pembinaan di Rutan Balige juga sejalan dengan misi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. David Nicolas menegaskan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam memberikan pembinaan kepada WBP agar tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tetapi juga mendukung stabilitas pangan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan. Langkah ini adalah bentuk kontribusi kami, sekaligus mendidik WBP menjadi individu yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” kata David Nicolas.
Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembinaan WBP:
Kegiatan panen ini juga mencerminkan nilai-nilai utama Rutan Balige yang mengusung prinsip “RUBAGE KERAS”: Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi. Prinsip ini menjadi landasan bagi setiap program pembinaan yang dirancang, termasuk budidaya burung puyuh.
Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Rutan Balige dapat menjadi contoh inspiratif bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam menciptakan pembinaan kemandirian yang bermanfaat bagi WBP dan masyarakat luas.
Diterbitkan:
Media Putra Bhayangkara
Oleh. Frish. H. Silaban
